(bisnissurabaya.com) – Rencana ekspansi empat proyek raksasa di tiga negara segera direalisasi. Bos Crown Group, Iwan Sunito, yang asli arek Suroboyo ini mewujudkan proyek pertamanya di Melbourne 2019 ini dengan proyek hunian bertemakan seni baru yang memukau di Southbank, dan telah menerima persetujuan perencanaan dari City of Melbourne pada Januari.

Menara apartemen yang terinspirasi seni ini, dirancang Koichi Takada Architects yang terkenal di Dunia, dan akan menjadi mahakarya desain serta landmark bagi Melbourne. Desain yang menarik tersebut akan mengubah wajah Southbank dan melengkapi rencana pembangunan kembali Pemerintah Victoria senilai Rp 2 trilun atas kawasan seni yang terkenal tersebut.

Komisaris dan CEO Crown Group, Iwan Sunito, mengatakan, proyek ini bagian dari visi Crown Group untuk mengembangkan pembangunan sejumlah proyek hunian senilai Rp 30 triliun di Melbourne. “Ini bagian strategi think big, start small kami,” katanya. Ia menyatakan, rencana yang lebih besar adalah menumbuhkan jaringan proyek di Melbourne.

Pihaknya, kata dia, ingin ingin memulai dengan satu proyek terlebih dahulu untuk menguji pasar. “Warga Melbourne bersemangat dalam hal seni dan budaya. Salah satu kota yang paling berbudaya di dunia,’’ tambahnya. Crown Group memilih karena letaknya strategis di kawasan seni dan dekat dengan St Kilda Road, dengan pemandangan yang tidak terhalang ke kota, dan dapat dengan mudah berjalan ke semua galeri dan teater di kawasan ini.

Konstruksi, menurut dia, akan dimulai pada 2021, yang memberi Crown kepercayaan untuk dapat menghadirkan proyek pada waktu terbaik dalam siklus pasar dan memungkinkan investor untuk memanfaatkan potensi peningkatan. Arsitek Koichi Takada, mengatakan, dirinya terinspirasi gambar- gambar seni sebelum akhirnya muncul dengan desain gedung, dengan dua menara putih yang membentuk lengkungan, dan dikelilingi “pita” putih.

Proyek ini melengkapi rencana Pemerintah Victoria yang berinvestasi lebih Rp 2 triliun selama dua tahun ke depan untuk menata kembali kawasan Southbank dan area seni di sekitarnya yang diharapkan dapat menarik tambahan sekitar tiga juta pengunjung setiap tahunnya. (bw)