Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Tanaman lidah buaya atau yang dalam bahasa latin disebut aloefera banyak tumbuh di halaman rumah. Karena banyak mengandung manfaat bagi kehidupan manusia.

Sejak zaman dulu, orang tua kita tahu bagaimana cara memanfaatkan tanaman bergerigi tersebut. Baik untuk perawatan rambut maupun untuk diolah menjadi minuman sehat yang menyegarkan.

Febriana Siska, perempuan kelahiran Surabaya 2 Februari 1980, yang sehari-hari dikenal sebagai pengusaha pentol echo dan healthy juyce (jus sehat) ini juga ingin menambah penghasilan dari memproduksi minuman segar lidah buaya.

Febriana Siska. (Foto/nanang)

“Sebenarnya, saya dulu pernah jadi pegawai BUMN dan pegawai ekspedisi muatan kapal laut. Tapi sejak 11 tahun lalu saya memilih keluar untuk buka usaha sendiri,” kata pelaku Usaha Mikro Kecil Menegah (UMKM) produsen minuman lidah buaya Febriana Siska kepada bisnissurabaya.com, Kamis (4/4) siang.

Siska, mulai membangun bisnisnya, dimulai dari usaha penjualan batik kemudian merambah kuliner. Dalam waktu yang tidak terlalu lama, dia bisa membuka gerai penjualan pentol bakso di beberapa tempat di Superindo. Seperti, Jemursari, Semolowaru, HR Muhammad, dan Kantin Dinas Perhubungan Jatim, serta Kantor Pelayanan Pajak Gubeng.

Berbagai kejadian dan pengalaman dialami oleh perempuan cantik berhijab ini. Suka duka dan pahit manis dunia bisnis digelutinya. Mulai dari susahnya cari pegawai, dibohongi pegawai sendiri, sampai produknya ditiru teman.
“Semuanya saya jalani dengan gembira, karena di dunia bisnis saya selalu mendapat teman dan ilmu baru,” jelas alumni Fakultas Ekonomi Jurusan Managemen Universitas Airlangga lulusan tahun 2000 ini.

Suatu ketika, Siska, memperhatikan tanaman lidah buaya yang banyak tumbuh di rumah keluarganya. Oleh keluarganya tanaman tersebut diolah menjadi produk minuman segar yang menghasilkan uang.

Akhirnya Siska, juga menggeluti usaha minuman tersebut. Setelah 3 tahun menggeluti usaha, dia mampu memproduksi sebanyak 40 kg daging lidah buaya bersih atau sekitar 800 botol lebih.

“Alhamdulilah, omzet saya sudah mencapai sekitar Rp 35 juta per bulan,” tambah perempuan penghobi makan dan traveling ini.

Dari berjualan minuman segar yang dititipkan di beberapa pusat oleh-oleh seperti Siola, Merr, dan Rek Ayo Rek. Dia berharap bisa menyekolahkan anaknya di sekolah terbaik dan bermutu. Karena bagi dia harta yang terindah adalah keluarga yaitu kedua anaknya. (nanang)