Sahabat Wong Suroboyo Gelar Ngaji Kebangsaan “Merajut Benang Kebangsaan”

27

Surabaya,(bisnissurabaya.com)– Ngaji bareng dengan generasi millennial Mulyorejo Surabaya ini selain bertujuan agar generasi ini paham akan politik. Mulai negara ini dibangun dengan berdasarkan politik berasaskan persatuan dan kesatuan.

Sehingga generasi mellennial ini tau ada proses – proses politik didalam terbentuknya negara ini. Jadi pengajian kebangsaan ini sebenarnya menyalurkan ide – ide kebangsaan, bahwasannya apa yang dilakukan oleh para pendahulu kita perlu dirawat dan dijaga. Alhasil, baik itu secara islami maupun secara nasionalis.

Harianto Kordinator Relawan Sahabat Wong Suroboyo menjelaskan, dalam setrategi untuk memenangkan Paslon Capres dan Cawapres Joko Widodo dan Ma’ruf Amin ini sangat sederhana, yakni mereka harus memberikan pemahaman jiwa nasionalis kepada kaum millennial dan masyarakat khususnya Surabaya.

Dulu presiden pertama Soekarno dan Bung hatta ini, lanjut ia, orang yang pinter dan peduli pada masyarakat Indonesia, jadi kita sebagai masyarakat yang peduli terutama kami dari kaum nasionalis dan Nahdliyin wajib untuk memenangkan Joko Widodo, karena paslon ini orang yang peduli akan nasib rakyat Indonesia.

“Kita sebagai nasionalis dan Nahdliyin peduli akan nasib bangsa dan masyarakat secara otomatis kita harus memenangkan Capres dan Cawapres ini yaitu Jokowi – Ma’ruf Amin, karena beliau lah yang pantas untuk memimpin negara Indonesia periode 2019 – 2024 nantinya. Karena beliau orang baik dan peduli, jadi pantas beliau yang memimpin bangsa Indonesia ini,” terangnya disela acara Ngaji Kebangsaan dengan tema.”Merajut Benang Kebangsaan”.

Acara ngaji kebangsaan ini turut hadir Wakil Wali kota Surabaya, Wisnu Sakti Buana, serta para Caleg provinsi Jawa Timur (Jatim) Yoyok Santoso S. PdI dari partai PDI Perjuangan. Serta para tokoh masyarakat yang ada di Mulyorejo tengah.

Selain itu, acara ini juga dihadiri para jam’ah pengajian ibu yang ada di Mulyorejo. Kurang lebih hampir 300 masyarakat menghadiri acara ngaji kebangsaan.

“Semua harus berjuang untuk negara Indonesia. Tujuan kota harus mempunyai tata krama islamĀ  untuk generasi muda, sebab tidak ada kata tidak bisa, kita harus berjuang untuk Indonesia dan berharap kedepannya generasi penerus millennial ini cinta terhadap tanah air serta mengenal lagu – lagu kebangsaan Indonesia,” terang ustd Yoyok sembari tersenyum.

Tak hanya itu, menurut Wakil Wali Kota Surabaya Wisnu Sakti Buana mengatakan, sebagai kader, maupun simpatisan serta relawan PDI Perjuangan harus mendukung kemenangan Joko Widodo sebagai Presiden Indonesai serta KH Ma’ruf Amin sebagai Wakil Presiden. Karena untuk membangun Indonesia,”Orang Baik Pilih Presiden Baik Pula”.

“Sebagai kader, simpatisan maupun relawan PDI Perjuangan harus berjuang untuk memenangkan Joko widodo dan KH Ma’ruf Amin sebagai Presiden dan Wakil Presiden priode 2019 – 2024. Tidak ada yang lain, karena Jokowi sudah jelas kerja – kerjanya,” jelas Wisnu Sakti Buana.

Dirinya juga mendorong masyarakat untuk memerangi berita bohong (Hoax) sering kali diisukan pada partai PDI Perjuangan dimana katanya kalau Presiden nya Jokowi adzan dilarang, kurikulum Agama akan dihapus.

“Oleh karena dari acara ini kita menepis isu – isu tersebut, dan orang yang melakukan hoaks ini tidak berfikir, saat ini Presidennya tu siapa? dan apakah Jokowi melarang, kan tidak. Oleh karena itu saat inilah seluruh kader, simpatisan, dan relawan harus melawan berita bohon,”tegasnya.

Tak hanya itu, acara pengajian kebangsaan juga mengingatkan kepada masyarakat Surabaya, 17 April 2019 untuk tidak lupa datang ke TPS – TPS berpastisipasi dalam pesta demokrasi tersebut.

Dirinya turut mengingatkan agar tidak lupa dengan calon wakil rakyatnya, tak lain

cucu dari Sang proklamator Presiden pertama Ir Soekarno yaitu Puti Guntur Soekarno Putri dari PDI Perjuangan itu.

Harapan kedepannya,”Saya dan seluruh relawan sahabat wong Surabaya akan memenang kan Pak Jokowi – Ma’ruf Amin untuk Presiden dan Wakil Presiden periode 2019 – 2024, kader-kader terbaik seperti Puti Guntur Soekarno Putri dan Ustad Yoyok Santoso ini. Karena kita melihat merekalah yang pantas untuk duduk jadi perwakilan rakyat,”pungkasnya.(ton)