Tuban, (bisnissurabaya) – Untuk persiapan operasional Proyek Pembangunan Kilang Minyak Grass Root Refinery (GRR) Tuban, Jawa Timur, PT Pertamina mengadakan pelatihan bagi calon tenaga keja/naker. Sebanyak 111 lulusan SMK dan SMA dari lima desa di Kecamatan Jenu. Pelatihan bagi calon naker proyek GRR dilaksanakan di Balai Latihan Kerja, Jawa Timur/Jatim di Tuban selama dua hari.

“Pelatihan ini untuk memberikan bekal tambahan bagi calon naker, sehingga meningkatkan nilai jual tenaga kerja. Khususnya di Jenu, Tuban, untuk bersaing mendapatkan kesempatan bekerja,” kata VP Project HSSE MP2, Sahadi didampingi Project Coordinator GRR Tuban, Kadek Ambhara Jaya, Sabtu (16/3) pagi.

Kadek Ambhara Jaya menambahkan bahwa tanggung jawab perusahaan terhadap komunitas/masyarakat dan lingkungan sekitarnya merupakan langkah penting. Apalagi saat ini, Pertamina sedang menyiapkan pembangunan proek kilang GRR di Tuban.

“Dengan pelatihan ini, diharapkan masyarakat lebih terampil serta dapat terserap menjadi tenaga kerja yang siap untuk mendukung proyek Kilang Tuban, sehingga manfaat proyek tersebut tidak hanya dirasakan secara nasional, tetapi bisa memberi dampak positif langsung kepada masyarakat lokal,” ungkapnya.

Bupati Tuban, Fathul Huda (berdiri) saat membuka pelatihan. (Foto/imam)

Pelatihan tersebut difokuskan bagi masyarakat di sekitar lokasi yang akan dibangun kilang, dan akan dilatih dalam tiga bidang khusus yang relevan.

“Bidang pelatihan disesuaikan dengan kebutuhan tenaga kerja yang diperlukan. Untuk tahap pertama ini, Pertamina memberikan pelatihan di bidang Safetyman, Security, dan K3 Dasar,” tambah Kadek.

Ke-111 peserta terdiri dari pelatihan Safetyman (Pengawas Keselamatan) berjumlah 31 orang, peserta pelatihan Security (Tenaga Pengamanan) sejumlah 10 orang, dan peserta pelatihan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) dasar sebanyak 70 orang. Diharapkan pelatihan keahlian yang didapat dapat menjadi bekal berharga bagi penerima manfaat.

Peserta pelatihan serius mengikuti pelatihan. (Foto/imam)

Sementara menurut Bupati Tuban, pembangunan kilang di Tuban merupakan investasi yang dapat meningkatkan perekonomian Kabupaten Tuban, khususnya masyarakat sekitar kilang. Hal ini dapat dibuktikan dengan serapan tenaga kerja yang cukup banyak.

“Kami berharap Pertamina selaku pemilik kilang agar dapat memberikan pelatihan kepada SDM lokal untuk meningkatkan kemampuannya sehingga menjadi kompeten dalam bidangnya. Kami juga memberikan apresiasi kepada Pertamina karena telah menunjukkan komitmen kepada masyarakat sekitar,” ujar Fathul Huda.
Ditambahkan Kadek, pembangunan kilang ini nanti bisa mengurangi impor BBM. Sehingga akan mengurangi ketergantungan pada negara lain untuk menjaga ketahanan energi nasional. Kilang minyak Tuban ini direncanakan akan memiliki kapasitas produksi mencapai 300 ribu barel per hari, dengan kompleksitas kilang di atas 9 NCI (Nelson Complexity Index) dan karakteristik produk level Euro 5.

Untuk memenuhi kebutuhan BBM tanah air, Pertamina ditopang oleh sejumlah kilang. Sedangkan kilang paling muda yang dimiliki Pertamina dibangun pada 1994 di Balongan, Indramayu, Jawa Barat. Selama kurun waktu 25 tahun ini belum membangun kilang baru. (imam suroso)