Gresik, (bisnissurabaya.com) – 
Jumlah kendaraan bermotor tiap tahun mengalami peningkatan. Tak terkecuali di Gresik. Fenomena itu mendorong Kantor Unit Pelayanan Teknis (UPT) Pengelolaan Pendapatan Daerah Gresik optimis tahun ini dapat mencapai target yang ditetapkan. Kantor pengelolaan ini keberadaannya dibawah naungan Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah Provinsi Jawa Timur/Jatim.

Kepala Kantor UPT Pengelolaan Pendapatan Daerah Gresik, Raharjo Priambodo, mengatakan rasa optimisme pada target yang ditetapkan oleh atasannya. Raharjo Priambodo yang akrab dipanggil Pak Pri lebih lanjut menjelaskan kinerja institusinya dalam menarik pajak dari wajib pajak kendaraan bermotor tahun 2019 ini bertekad penuh mencapai target 100 persen lebih tercapai di wilayah kerjanya.

“Adapun pajak tersebut meliputi pajak kendaraan bermotor (PKB), bea balik nomor kendaraan bermotor (BBNKB), pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBBKB), pajak air permukaan dan retribusi jasa usaha (RJU),” kata mantan Kepala UPT Pengelolaan Pendapatan Daerah Banyuwangi ini, Kamis (14/3) siang.
Adapun besaran angka yang ditargetkan 2019 ini, lanjutnya untuk PKB sebesar Rp 215, 2 miliar BBNKB Rp 145,3 miliar lalu pajak air permukaan (pemanfaatan air sungai untuk industri,red) sebesar Rp 1,48 miliar, PBBKB Rp 400 juta dan RJU sebesar Rp 70 juta. Jadi total semua pendapatan dari wajib pajak sebesar Rp 362,57 miliar.

Ia menambahkan, pria yang suka olah raga ski air ini capaian realisasi secara prosentase per tanggal 12 Maret 2019 ini cukup menggembirakan. Yakni PKB 20,21persen, BBNKB tercapai 21,73 prosen, PBBKB 17 prosen, pajak air permukaan 18 prosen, PBBKB sebesar 18 prosen dan RJU 18 persen. “Total capaian target secara prosentase posisi 2, 5 bulan sebesar total 20,8 persen. Jadi ngepres capaiannya.

Pihaknya masih fokus pada 2 jenis wajib pajak yaitu pajak kendaraan bermotor PKB dan BBNKB uang per triwulan capaianya 25 persen,” kata Priambodo.

Adapun untuk mencapai target tersebut kembali Pria asal Surabaya ini menyebutkan berbagai program dilakukan. Seperti membuka poin payment dibeberapa titik. Yaitu di Samsat Gresik dan Pulau Bawean, drive thrue di kantor Dishub Kabupaten, woro-woro lewat stasiun radio lokal yaitu Elbayu Gresik, operasi gabungan (opgab) antar UPT Pengelolaan Pendapatan di Daerah Gresik, Dishub Pemkab Gresik, Kepolisian Resort Gresik. Opgab biasa dilakukan di Terminal Bunder dan di jalan Dukun. Juga jemput bola ke wajib pajak lewat surat pemberitahuan jatuh tempo bayar dan lewat sms serta on line bekerjasama dengan operator seluler.

Khusus untuk opgab, setiap bulan bisa dilakukan 4 sampai 6 kali, atau dalam setahun bisa 60 kali.Biasanya saat opgab, pemilik kendaraan bermotor dikasih dua pilihan.” Kalau mereka mau bayar pajak ditempat Opgab ya silakan jalan lagi dan bila tidak maka akan kena tilang,” ucapnya.

Dengan pelaksanaan program-program tersebut dapat mengatrol pendapatan. Kepatuhan wajib pajak untuk bayar pajak diharapkan semakin tinggi. Dan optimis sekali target bisa tercapai sehingga mendukung program pembangunan Gubernur Jawa Timur saat ini. (sam)