Tuban, (bisnissurabaya) – Sedikitnya 1.060 hektar sawah/tanaman padi wilayah Kecamatan Soko, Rengel, Plumpang dan Widang terancam puso atau gagal panen. Sebab, hektaran tanaman padi itu terendam banjir luapan Bengawan Solo sejak sepekan ini. “Ini yang terdampak banjir ada 1.060 hektar lahan sawah, dan alhamdulillah, sudah ada yang panen pada periode tanam pertama,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Tuban, Drs Murtadji,  Kamis (14/3) pagi.

Berdasarkan data DPKP Tuban, ada empat kecamatan yang terdampak luapan Bengawan Solo. Yakni, Rengel 810 Hektar yang terdampak ada tanaman 500 Hektar yang terancam puso. Kemudian Kecamatan Soko 112 Hektar tergenang, lahan sawah yang puso 17 hektar, dilanjut pada wilayah Kecamatan Plumpang 115.48 hektar lahan sawah, yang terancam puso 97, 53 hektar, dan Kecamatan Widang terdapat 12,65 hektar yang keselurahan puso.

“Proses diajukan puso 430 hektar sudah diklaimkan lewat Asuransi Usaha Tani Padi/AUTP Jasindo. Tapi masih perlu difaktual kembali dari data di lapangan. Nanti, yang di ACC setiap satu hektar sawah yang diasuransikan, dengan premi asuransi ini 36.000,” tambahnya.

Pihaknya, menghimbau kepada petani agar selalu meng-update dan memperhatikan informasi prediksi cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sebagai acuan dalam menanam agar bisa meminimalisir kerugian dalam bertani.

“Ya, kami himbau hasil dari prediksi BMKG jadikan acuan untuk tanam, sehingga kerugiannya tidak semakin besar. Utamanya, petani di wilayah bantaran Bengawan Solo,” tambahnya. Di tempat lain, petani asal Desa Kanorejo, Kecamatan Rengel Sumani  (56), mengatakan, lahan padi miliknya seluas 1,5 hektar juga menjadi korban banjir.

Akibatnya, padi siap panen membusuk, dan tidak dapat diselamatkan. Atas kejadian itu Sumani mengaku rugi hingga Rp 25 juta. “Ini sudah membusuk, inginnya pemerintah segera turun tangan, karena padi sudah tak tertolong lagi, “ kata Sumani. Hal senada juga dialami Kastur (61) warga setempat yang memiliki lahan padinya juga mengalami gagal panen sekitar  2,5 hektar. Dia berharap pemerintah memberikan bantuan bibit agar bisa ditanami lagi. (imam suroso)