Tuban, (bisnissurabaya.com) – Masyarakat Tuban mendapat berkah. Sebab, PT Pertamina (Persero) Tbk mengucurkan anggaran tak kurang dari Rp 6,5 miliar. Anggaran sebesar itu untuk pembayaran tali asih penggarap tanah milik Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) seluas 328 hektar di wilayah Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban.

Tanah milik KLHK seluas itu sebelumnya digarap 779 petani dari Desa Wadung 404 orang penggarap, Rawasan 100 orang, Kaliuntu 49 orang, dan Mentoso 226 orang. Pemberian tali asih itu bagian dari persiapan pembangunan proyek kilang minyak New Grass Root Refinery (NGRR) di Tuban. Proyek kilang minyak Tuban kerjasama Pertamina dan Rosneff Rusia itu dalam waktu dekat akan segera dilakukan pembangunan. Lahan yang dibutuhkan sekitar 841 hektar. Sisanya lahan milik warga yang bakal dibebaskan.

Secara simbolis tali asih itu diberikan langsung oleh Kepala Biro Umum Sekretariat Jenderal/Sekjen Kementerian LHK, Samidi bersamaan sosialisasi pemberian tali asih, dengan dihadiri para penerima kompensasi, bertempat di kantor Kecamatan Jenu.

“Sosialisasi itu juga dilanjutkan pemberian rekening dari bank yang ditunjuk kepada masing-masing penggarap di balai desa masing-masing, “ kata Samidi, Senin (11/3) .

Menurut dia, besaran dana tali asih diberikan kepada warga berdasarkan luasan lahan garapan masing-masing yang telah disepakati berdasarkan diskusi, dan persetujuan dari Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan berdasar data di masing-maing desa penggarap.

“Telah disepakati, tali asih diberikan sebesar Rp 20 juta per hektar. Kita berharap minggu depan uang tali asih sudah bisa masuk ke rekening warga,” ungkapnya.

Sementara itu, Projek Koordinator NGGR Tuban, Kadek Ambarajaya, berharap bagi warga yang telah menerima tali asih kedepannya tak lagi menganggap tanah KLHK. Sebab, lahan tersebut akan digunakan untuk pembangunan kilang minyak.

“Setelah menerima tali asih, kita berharap warga tidak menggarap tanah KLHK lagi,” tegas Kadek, panggilan akrabnya.

Harapan Pertamina proses pemberian tali asih ini berjalan lebih lancar. Sehingga progres pembangunan kilang sesuai dengan tahapan yang telah direncanakan.

“Kita berharap proses pembangunan kilang ini berjalan sesuai rencana,” ungkapnya.

Seperti diketahui, saat ini penetapan lokasi (Penlok) pengadaan tanah untuk pembangunan kilang minyak berada di wilayah Kecamatan Jenu sudah ditetapkan dan pembebasan lahan selama dua tahun.

Dengan luas tanah untuk pembangunan kilang sekitar sekitar 841 hektar. Terdiri dari lahan milik KLHK, tanah warga, dan tanah Perhutani yang berada di tiga desa. Yakni, Desa Wadung, Sumurgeneng, dan Kaliuntu. Kalau, di Kecamatan Jenu. Target yang direncanakan pada 2025, kilang minyak di Tuban itu telah beroperasi. (imam suroso)