Direktur Penjualan Crown Group, Roy Marcellus. (foto/ist)

(bisnissurabaya.com) – Sebagai kota utama Australia untuk budaya, perdagangan, dan pariwisata, Sydney menjadi tujuan investasi menarik di Dunia. Saat ini, perusahaan pengembang terkemuka di Australia, Crown Group, menciptakan komunitas hunian baru yang menjadi area paling menarik di Kawasan Timur Sydney.

Sejak kota Sydney dibangun pada 1778, kawasan pinggiran timur Sydney adalah pinggiran kota yang paling awal dikembangkan dan merupakan kawasan bergengsi, dari Pantai Bondi hingga Bellevue Hill. Sehingga dapat menemukan sebagian besar institusi pendidikan dan perhotelan didirikan disekitar area ini.

Dengan perkembangan pesat di sekitar pusat kota Sydney, Eastlakes, adalah salah satu kantong terakhir “pusat timur Sydney” yang akan diremajakan, menghadirkan peluang besar untuk tinggal di lokasi utama dengan akses ke pantai, pusat perbelanjaan, kafe, restoran, dan pemandangan terbaik.

Direktur Penjualan Crown Group, Roy Marcellus, mengatakan, Sydney telah muncul sebagai salah satu kota paling multikultural dan beragam di dunia. Menarik orang-orang dari seluruh dunia, khususnya kawasan Asia untuk tinggal. “Australia adalah tujuan yang paling diinginkan untuk tinggal dan mengingat ekonominya yang kuat dan stabil. Australia, adalah tempat yang ideal untuk berinvestasi,” katanya.

Australia telah menetapkan rekor dunia selama 28 tahun dengan pertumbuhan ekonomi yang konsisten, rata-rata 3 persen per tahun. Saat ini, suku bunga berada pada rekor terendah yaitu 1,5 persen dan pengangguran berada pada level terendah dalam sejarah sebesar 5 persen. Harga rumah rata-rata di Sydney, telah naik tiga kali lipat dalam 20 tahun terakhir dan mengingat fundamental ekonomi sebagai landasan pasar hunian.

Sydney juga membuktikan dirinya sebagai jantung budaya dan bisnis Australia – 41 persen dari 500 perusahaan top Australia memiliki kantor pusat di Sydney dan sekitarnya, termasuk Apple, Coca-Cola Amatil, Google, IBM, Nastlé, Nokia dan Sony. Perekonomian Australia juga didukung oleh permintaan yang kuat dari kunjungan wisatawan mancanegara dan arus imigrasi yang kuat.

“Ada 1,4 juta wisatawan bepergian dari Tiongkok ke Australia pada 2018, meningkat 250 persen dalam 7 tahun dan 469.200 pelancong Jepang, meningkat 41 persen selama periode yang sama. (bw)