Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Robot produk kaum milenial. Berbicara tentang pencipta robot, maka pikiran dan bayangan kita tertuju  kepada seorang profesor yang berkepala botak dan berkaca mata tebal. Ditambah lagi, wajahnya yang  serius mengotak atik sesuatu sambil sesekali membolak-balik buku diktat yang tebal. Pikiran tersebut bisa jadi benar pada era 1980 –  1990-an. Namun, kalau di era milenial ini, dunia pembuatan robot tidak lagi menjadi domain para profesor lagi. Tapi juga, sudah menjadi milik kaum milenial yang mengerjakan pembuatan robot dengan happy dan fun.

Beberapa hari yang lalu Universitas Widya Kartika (Uwika) Surabaya bekerjasama dengan Komunitas Edu Science Club menggelar kontes pembuatan robot untuk kategori anak SD dan SMK. Untuk penyelenggaraan, 2019 ini merupakan tahun yang ke-5. “Untuk kategori SD, SDN Kaliasin I dan Home Scholling tampil sebagai juaranya. Sedangkan, robot buatan SD Al Azhar tampil sebagai robot terbaik,” kata Kepala Program Studi Teknik Sipil Uwika, Didik Purwanto kepada bisnissurabaya.com Minggu (10/3) kemarin.

Kategori Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) diikuti 97 tim dari Surabaya, Sidoarjo, Malang, Trenggalek, Bangkalan, dan Sumenep. Para peserta lomba umumnya sudah mengikuti kelas bimbingan dan pelatihan yang digelar Uwika. Mereka mengadu ketangkasan didua nomor yang dilombakan. Yaitu, menciptakan robot menara dari stick spagheti dan membuat robot hidrolik sederhana berdasarkan tekanan air sesuai hukum pascal.

Untuk  penilaian pembuatan menara hidrolik spageti menggunakan parameter ketinggian dan kekuatan. Dan dari sana akan dihasilkan juara tim terbaik dan menara terbaik. Karena tema lomba tahun ini adalah mitigasi bencana, maka peserta diminta membuat robot yang mampu menyelesaikan misi dalam waktu 4 menit meliputi penyelamatan korban, menyambung jembatan putus, dan mendirikan kembali menara yang roboh.

“Untuk poin penilaian penyelamatan korban 150, penyambungan kembali jembatan 100, pembangunan kembali menara 200,” jelas dosen teknik sipil ini. Pembuatan robot multi gerak type lengan yang bisa menagambil dan menaruh sesuatu ini bisa dikombinasikan dengan  teknologi elektro dengan menambah alat sensor suhu tubuh.

Robot ini menggunakan bahan dari kardus, botol, dan pipa. “Beaya pembuatan robot terbilang sangat murah, hanya berkisar Rp 25.000 per unit, tambah pria berperawakan langsing ini. (nanang)