Surabaya, (bisnissurabaya.com) –
Hoaks (berita tidak benar) yang keberadaanya kian merebak membuat prihatin banyak orang. Betapa tidak, fenomena berita hoaks yang banyak bertebaran di media sosial/medsos cenderung berisi fitnah dan character assasination (pembunuhan karakter) yang sangat merugikan.

Berpijak hal tersebut, Laksamana Muda (Purn) Yuhastihar, merasa terpanggil untuk melakukan perang suci melawan hoaks yang berkembang di masyarakat. Berbagai media sudah didatanginya untuk menyampaikan dukungan kepada media dalam rangka melawan hoaks, termasuk yang terbaru mendatangi markas Surabaya TV dan Bisnis Surabaya.

Di Surabaya TV dan Bisnis Surabaya, Yuhastihar dan tim disambut Pimpinan Redaksi/Pimred Bisnis Surabaya Bambang Wiliarto. Suasana diskusi terlihat gayeng dan sangat akrab serta bersahabat.

Laksamana Muda (Purn) Yuhastihar (kiri) bersama Pimred Bisnis Surabaya, Bambang Wiliarto (kanan), komitmen perangi hoaks. (Foto/nanang)

Apalagi, saat hadirin yang berjumlah sekitar 25 orang itu menikmati nasi urap yang dibawa khusus oleh pria berperawakan tegap ini. Seakan-akan mengingatkan pada romantika zaman perjuangan.

Memang bagi Yuhastihar, perang bukanlah sesuatu hal baru. Dia adalah seorang purnawirawan prajurit matra laut berpangkat Laksamana Muda (Laksda). Sebagai prajurit yang pernah bertugas sebagai salah satu deputi di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas), Yuhastihar, banyak bergelut tentang sistim ketahanan nasional dan berbagai potensi ancamannya. Termasuk konsep hankamrata. Kondisi geopolitik dan geo ekonomi, perang asimetri, proxy war, dan kerawanan yang ditimbulkan hoaks.

“Sejak dulu sudah ada kajian terhadap potensi hoaks terhadap keamanan negara,” kata calon anggota DPR RI daerah pemilihan Jawa Timur/Jatim 1 (Kota Surabaya dan Kabupaten Sidoarjo) dari PDI Perjuangan kepada bisnissurabaya.com Jumat (8/3).

Karena itu, Yuhastihar, sangat mendukung upaya pemerintah bersama dengan masyarakat dan media dalam memerangi hoaks yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab ini.

Yuhastihar, terbilang prajurit yang memiliki prestasi cemerlang. Dia lulus Akademi Angkatan Laut/AAL 1983 dan menyabet penghargaan Adhi Makayasa sebagai lulusan terbaik di matranya tahun itu. Berbagai jabatan dan penugasan pernah disandangnya. Termasuk menjadi salah satu pejabat deputi di Lemhanas.

Setelah memasuki pensiun, prajurit jangkar samudera berdarah Minang ini diminta Ketua Umum PDI Perjuangan, Dyah Permata Megawati Soekarnoputri, untuk memperkuat barisan pasukan di partai yang dipimpinnya. Setelah melewati masa perenungan dan pemikiran yang panjang, Yuhastihar-pun akhirnya bersedia berlabuh di kandang banteng.

Pada pemilihan umum (pemilu) 2019 ini, Yuhastihar, ditugaskan oleh partainya untuk menjadi caleg DPR RI dan berangkat dari Dapil Jatim 1. Dimana dapil ini dikenal sebagai dapil neraka. Karena banyak nama besar petinggi partai yang bertarung di disini.

Sebagai seorang purnawirawan angkatan laut yang dibesarkan dibawah panji getih getah, dan menjalani penugasan diberbagai samudra, tidak ada sedikitpun perasaan gentar untuk bertarung di dapil ini. Apalagi PDI Perjuangan sudah memberikan kehormatan berupa nomor urut 3 yang merupakan nomor urut partai tersebut kepada Yuhastihar.

Berkaitan dengan nama besar pahlawan perang, mengingatkan pada kata-kata Pahlawan perang Vietnam Hoo Ci Min ‘Bukan pahlawan yang menentukan kemenengan sebuah perang, tapi perang itulah yang akan melahirkan pahlawan’.

Didalam tradisi angkatan laut juga ada pepatah ‘Sekali layar terkembang, maka pantang surut langkah berjuang’. Karena itu, tidak heran jika ada cerita angkatan laut yang membakar sendiri kapal mereka setelah mendarat, supaya mereka bisa konsentrasi memenangkan perang dan tidak ada sarana untuk melarikan diri jika gagal.

Saat ini, Yuhastihar, sudah melakukan kampanye dan pendekatan ke masyarakat di Surabaya dan Sidoarjo. Tidak kurang setiap hari tujuh tempat didatanginya.

“Saya menggunakan methode blusukan, supaya bisa tahu apa yang diinginkan dan dibutuhkan masyarakat. Supaya bisa benar-benar bisa menyuarakan aspirasi mereka,” tambah pria dengan karir di militernya pangkat dua bintang di pundaknya ini.

Kelak, jika terpilih sebagai anggota DPR RI, Yuhas menyatakan siap di tempatkan di komisi manapun. Terlebih lagi di Komisi 1 bidang pertahanan keamanan dan hubungan luar negeri yang merupakan bidang tempat dia mengabdi selama ini. (nanang)