Menungu Warga Kecamatan Sidoarjo Setuju, Proyek SPAM Umbulan Lancar

14

Sidoarjo, (bisnissurabaya.com) – Proyek Umbulan berjalan lancar. Direktur Pelayanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Delta Tirta Sidoarjo, Heru Firdausi, memastikan dari delapan Distribution Center (DC) untuk proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Umbulan, hanya yang di lahan bekas Fasum Perum Pondok Jati, Sidoarjo yang ditolak warga.

Sementara lainnya, berjalan lancar tanpa kendala. Salah satunya, pembangunan DC di Kahuripan Nirvana Village (KNV) untuk Buduran yang sudah diresmikan Bupati Sidoarjo beberapa bulan lalu.

“Beruntung sekali Sidoarjo bisa dapat jatah membangun delapan DC. Dari pembangunan delapan DC itu, hanya yang di Pondok Jati yang dipersoalkan warga. Tapi kami yakin kalau warga sudah mendapatkan penjelasan akan bisa menerima semua,” kata Heru Firdausi, kepada bisnissurabaya.com, Selasa (5/3) kemarin.

kedelapan DC itu dibangun di delapaan titik kecamatan untuk distribusi aliran air SPAM untuk ke wilayah Sidoarjo. Diantaranya, di Kecamatan Porong, Jabon, Tanggulangin, Candi, Sidoarjo, Buduran, Gedangan dan Kecamatan Waru. Anggaran pembangunan DC, kata dia, dari bantuan pemerintah pusat atau dari dana APBN sebesar Rp 179 miliar. Sedangkan pembangunan jaringan pipanisasinya mencapai Rp 1 triliun lebih.

“Makanya mubadzir nanti kalau warga tak segera menyetujui pembangunan DC di Pondok Jati. Karena kami juga dideadline Juli 2019 harus selesai pembangunan DC,” kilahnya.

Padahal, lanjut Heru, untuk pembangunan DC dan pipanisasinya untuk program SPAM Umbulan ini, pihaknya mendapatkan pendampingan TP4D dari Kejati Jawa Timur/Jatim. Selain menggunakan dana APBN juga nilainya cukup besar.

“Kami sudah MoU dengan TP4D Kejati Jatim. Karena itu, kami harap pro kontra pembangunan DC di Pondok Jati segera selesai dan pembangunanya bisa langsung dimulai. Agar pembangunannya selesai tepat waktu,” pintanya.

Sementara itu, kelima wilayah penerima proyek SPAM Umbulan adalah Kabupaten/Kota Pasuruan, Kabupaten Sidoarjo, Surabaya, dan Kabupaten Gresik. Total kapasitas air yang didistribusikan mencapai 4.000 liter per detik.

“Khusus Sidoarjo mendapatkan jatah paling besar. Yakni 1.200 liter per detik. Kalau tak dimanfaatkan untuk peningkatan pelayanan pelanggan kan jadi muspro (terbengkalai),” paparnya.

Dia berharap warga Pondok Jati menerima pembangunan DC di lahan milik Fasum Pemkab Sidoarjo itu. Apalagi dari 3.000 meter persegi tidak digunakan semua.

“Yang kami butuhkan tidak lebih 2.000 meter persegi. Fasum akan dibangun lebih baik termasuk taman dan bozem (penampung) airnya,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya PDAM Delta Tirta Sidoarjo memiliki alasan kuat untuk mempertahankan rencana pembangunan Distribution Center (DC) di bekas lahan Fasilitas Umum (Fasum) Perum Pondok Jati, Desa Pagerwojo, Kecamatan Buduran, Sidoarjo. Salah satu alasannya, lokasinya sangat strategis dibandingkan lokasi lainnya yang sebelumnya sempat menjadi alternatif. Hal ini, lantaran posisinya berada di tengah-tengah dan berdekatan langsung dengan pipa saluran air Umbulan dari Pasuruan ke Sidoarjo dan Surabaya yang alirannya melalui sepanjang jalur tol Sidoarjo – Pasuruan. Apalagi, Fasum itu sudah menjadi milik Pemkab Sidoarjo karena sudah diserahkan pengembang sejak 2017.

alasan lainnya, karena pihak PLN sudah memastikan dan memberikan kajian soal Super Tegangan Ekstra Tinggi (Sutet) di lokasi itu sudah dinyatakan aman. Bahkan, untuk masalah Ruang Terbuka Hijau (RTH) di lokasi pembangunan DC itu dijamin bakal tetap ada serta dijamin semakin asri dari sekarang. (ttk)