Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Pengadilan Negeri (PN) Surabaya kembali menggelar sidang kasus dugaan pencemaran nama baik dengan terdakwa Ahmad Dhani. Dengan, agendanya pemeriksaan empat saksi.

Didalam fakta sidang itu, Dua saksi pelapor kasus idiot Ahmad Dhani mencabut sebagian isi dari berita acara pemeriksaan (BAP). Hal ini tentu saja menimbulkan kegeraman dan kelucuan tersendiri bagi pihak Ahmad Dhani.

Kedua saksi pelapor tersebut antara lain, Rudi Rosadi dan Suhadak. Dalam persidangan, kedua saksi tersebut mencabut keterangan dalam BAP, soal kalimat ‘pendemo itu idiot’.

Pencabutan isi BAP itu terjadi setelah, pengacara minta pada majelis hakim dalam persidangan, agar diputarkan vlog Ahmad Dhani saat menyebut kata idiot.

Saksi pertama adalah perwakilan Bela NKRI Rudi Rosadi. Dia mengaku tersinggung dengan vlog Ahmad Dhani yang memuat kata kasar. “Saya tersinggung. Karena di vlog itu mengatakan idiot kepada pendemo. Yang demo yang dikatakan idiot,” jelas Rudi di PN Surabaya, Selasa (5/3).

Setelahnya vlog tersebut diputar, kedua saksi yang diperiksa secara terpisah itu langsung mengakui jika tidak ada kata dari Ahmad Dhani yang merujuk pada pendemo.

Dalam video yang diputar dalam ruang sidang, Ahmad Dhani hanya menyebut kata-kata idiot-idiot, tanpa ada penyebutan kata pendemo.

“Ya kalau tidak dalam video ya saya cabut,” kata Suhadak serupa dengan jawaban Rudi.

Empat saksi sidang lanjutan Ahmad Dhani ketika disumpah untuk bersaksi didepan persidangan.

Sebelum mencabut keterangannya dalam BAP, Suhadak sempat berkelit bahwa video yang dilihatnya tidak sama dengan video yang diputar dalam persidangan. Ia bahkan sempat mengira-ngira jika video Ahmad Dhani telah diedit.

Awalnya, Suhadak bersikeras jika terdakwa melontarkan kata-kata idiot kepada pengunjuk rasa dan Banser pada tayangan vlog yang beredar. Namun, Suhadak mengakui jika terdakwa tidak melontarkan hinaan kepada pengunjuk rasa. Akhirnya, dia mencabut semua keterangan pada Berita Acara Pemeriksaan (BAP). “Asumsi saja ya, pak. Video blog itukan bisa diedit. Karena waktu itu, ada (perkataan idiot kepada pengunjuk rasa),” akui Suhadak saat menjadi saksi sidang.

“Tapi yang saya lihat waktu itu bukan itu (video). Waktu itu ada kok, mungkin loh ya, mungkin, video kan bisa diedit,” imbuhnya.

Jawaban Suhadak ini langsung membuat Ahmad Dhani tertawa. Sementara itu, kuasa hukum Dhani langsung menegaskan, bahwa video tersebut merupakan barang bukti milik jaksa.

Saksi ketiga, Manajer Duty Hotel Majapahit Reza juga telah mencabut BAP dari poin 10 dan 11 yang telah dibuat oleh penyidik tidak sesuai dengan apa yang ia katakan sebelumnya pada penyidik. ” Saya tidak inget, saya tidak mengetahui sendiri bila mas Ahmad Dhani membuat Vlog video. Karena posisi saya keluar masuk hotel untuk memantau situasi karena untuk kenyamanan dari para tamu sendiri.” ujarnya.

Ia menambahkan, seingetnya saat ada demo didepan hotel kurang lebih mendengar teriakan pendemo untuk menolak Ahmad Dhani menghadirkan Deklarasi di Tugu Pahlawan.

“Saya mengetahui Vlog itu, dari youtube dua hari setelah kejadian. Setelah ada ramai-ramai yang jadi perbincangan saat itu,” jelas Reza pria asal Sulawesi itu.

Sebelumnya, Ahmad Dhani menjalani masa hukuman terkait kasus yang sudah divonis oleh hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan. Ia pun mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi DKI Jakarta. Seiring dengan banding tersebut, PT DKI Jakarta mengeluarkan penetapan penahanan Ahmad Dhani selama 30 hari dan diperpanjang menjadi 60 hari.Status Ahmad Dhani di Rutan Klas 1 Medaeng Sidoarjo, hanya sebagai titipan untuk menjalani sidang kasus idiot di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya .

Bahkan tak tanggung- tanggung menjamin penangguhan penahanan suami dari Mulan Jameela ini, setidaknya ada 7 tokoh nasional yang mengajukan diri. Diantaranya ada nama, Capres Prabowo Subianto , Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon , Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah , Ketua MPR RI Zulkifli Hasan, Amin Rais, Joko Santoso, dan Titik Soeharto.(ton)