Mohammad Qosim : Terapkan Gresik Agro

27

Gresik, (bisnissurabaya.com) – Program 99 hari pertama kinerja Gubernur Jawa Timur (Jatim) mendapat apresiasi beragam dari kepala daerah kabupaten/kota. Mereka ingin dari program ini bisa berimbas membawa kemajuan di daerahnya masing-masing.

Selain itu  kepala daerah  siap turut mendukung kepemimpinan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elestianto Dardak. Sejumlah aspirasi pun disampaikan untuk menunjang kepemimpinan di masing-masing daerah.

Seperti yang disampaikan Wakil Bupati Gresik, Mohammad Qosim. Menurutnya  pemerintah provinsi kedepan harus dapat memberi kesempatan terhadap pemerintah daerah dalam memajukan perekonomiannya.

Sehingga, pemerintah daerah akan saling menopang keunggulan sekaligus menutup kelemahan masing-masing daerah. “Kami berharap seluruh elemen di Kabupaten dapat diapreasi oleh pemerintah provinsi. Sehingga, keunggulan daerah bukan sekadar unggul. Namun, memiliki nilai tambah,” kata Qosim di Gresik, Kamis (28/2).

Pria alumni IKIP Malang (sekarang UM-red) ini sangat mendukung Program Jatim Agro yang digulirkan. Program ini dinilai sangat cocok dengan masyarakat Jatim yang mayoritas petani dan hidup di pedesaan.

Memperhatikan program tersebut  pihaknya akan menerapkan program itu ketingkat kabupaten.Yaitu dengan nama Gresik Agro khususnya Gresik Berdaya. Dengan program ini diharapkan bisa mengakomodir masyarakat pedesaan. Masyarakat akan mendapat perhatian dan kesempatam yang luar biasa. “Insya Allah mereka akan tumbuh pesat perkonomiannya sehingga kesejahteraan semakin cepat dirasakan,” tandas Qosim.

Lebih lanjut ditambahkan dengan program  Agro ini bisa menginspirasi ke tingkat bawah lagi. Misalnya one pesantren one produc, one village one produc. Program dibidang  agro ini merupakan program yang tepat, mensupport munculnya sikap fastabiqul khoiroot. Setiap pesantren dan desa pasti akan berlomba mempersembahkan yang terbaik,” prediksi politikus Partai PKB ini.

Dan untuk bisa lebih menarik pasar,  produk pertanian diupayakan memiliki packaging  yang baik.  Syukur-syukur kalau pasar disediakan, termasuk  akses transportasinya. Intinya  nanti akan semakin memberikan peningkatan.

Orang-orang yang menanam kentang atau alpukat, kalau tidak difasilitasi maka tidak akan bisa memberikan nilai tambah. Sehingga dipandang  perlu adanya fasilitasi. (sam)