Mojokerto, (bisnissurabaya.com) – Dzikir dan sholawat merupakan bagian dari tindakan meneladani sifat-sifat agung Rosulullah Muhammmad. Seperti kegiatan yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto.

Sholawatan dan siraman rohani bersama kurang lebih 300 orang anggota Ikatan Seni Hadrah Indonesia (Ishari) NU Kabupaten Mojokerto dengan  Pemkab Mojokerto  digelar di Pendopo Graha Majatama, Kamis (28/2).

Acara dihadiri Wakil Bupati Pungkasiadi, didampingi Assisten Pemerintahan dan Kesra, Kepala OPD, camat, ulama dan segenap anggota Ishari Kabupaten Mojokerto.

Wabup Pungkasiadi mengatakan  hikmah dan pelajaran/i’tibar perjuangan Nabi Muhammad SAW, hendaknya dikenang sebagai penyemangat untuk senantiasa dijadikan pedoman hidup.

Untuk diketahui, Pemkab Mojokerto melalui Bagian Administrasi Kesra direncanakan bakal menggelar kegiatan dzikir dan sholawat sebanyak 6 kali di sepanjang tahun 2019.

Dzikir dan shalawat merupakan bagian dari tindakan meneladani sifat-sifat agung nabi. Sebagai wujud dukungan, wabup Pungkasiadi juga telah menyumbang 150 set alat banjari selama 10 bulan kepada Ishari.

“Esensi dari acara sholawatan dan siraman rohani sesungguhnya adalah bentuk syukur, dalam meneladani setiap pikiran, ucapan dan tindakan Rasulullah. Kita patut meneladani buah pikiran yang cerdas dan jernih, ucapan yang santun dan lembut, serta tindakan yang arif dan bijaksana. Itulah perilaku akhlaqul karimah. Suatu akhlak mulia yang mampu menebarkan rahmatan lil-alamin, rahmat bagi semesta alam,” papar Pungkasiadi.

Wabup juga menambahkan pesan imbauan terkait Pemilu serentak yang segera digelar tanggal 17 April mendatang. “Saya menghimbau seluruh masyarakat khususnya Kabupaten Mojokerto, untuk tidak melewatkan hak pilihnya atau golput dalam pesta demokrasi  mendatang. Saya harap masyarakat datang berduyun-duyun dengan antusias untuk menggunakan hak pilihnya secara aman tanpa tekanan pihak manapun,” tambah wabup. (sam)