Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Kolaborasi akademik untuk memicu antusiasme dan menginspirasa talenta Inovatif. Karena itu, Bosch menggandeng dua perguruan tinggi ternama di Surabaya. Yakni, Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya dan Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) guna menumbuhkan kreativitas dan semangat inovasi di kalangan talenta muda.

“Kami sangat antusias dan ingin segera merealisasikan kolaborasi ITS dengan Bosch. Dengan dukungan para ahli bidang teknologi yang bekerja di Bosch, kami optimis nota kesepahaman ini bisa mendorong lahirnya start-up baru,’’ kata Wakil Rektor ITS, Dr Ketut Buda Artana, ST. M.Sc. di Surabaya Kamis (28/2) siang.

Menurut dia, inilah salah satu cara ITS mewujudkan transformasi digital terutama dibidang loT. Kolaborasi dengan Bosch juga menjadi gambaran bagaimana ITS menggabungkan penelitian berbasis keilmuan dengan praktik penerapannya.

Managing Director Bosch Indonesia, Andrew Powell, menyatakan, kolaborasi ini mencangkup transfer teknologi, kuliah umum, sharing knowlegt.

Selain itu, kata dia, pihaknya ingin bekerjasama dengan sekolah kejuruan seperti SMK, tour kunjungan dari siswa SMA sehingga dapat memperlihatkan solusi dari Bosch. Adapun kerja sama yang dijalin dengan ITS dan Politeknik Elektronika Negeri Surabaya/PENS ini melingkupi, penyediaan co-working space, incubation pod, innovation simulation lab, dan gamification zone oleh Bosch kepada universitas untuk pengembangan gagasan dan inovasi.

Disamping itu, sesi barbagi pengetahuan bersama universitas yang berfokus pada area Mobility Solutions, Industry 4.0, dan Connected Solutions. Penyelenggaraan berbagai promosi dan aktivitas bersama untuk meningkatkan kesadaran dan mendorong mahasiswa agar memanfaatkan sentra inovasi ini.

Pada bagian lain, Andrew Powell, juga memprediksi Indonesia menjadi ekosistem bisnis IoT bernilai Rp 444 triliun pada 2022 mendatang. Karena itu, negara yang memiliki 17.000 pulau ini telah menjadi negara dengan pertumbuhan ekonomi internet terbesar dan terpesat di Asia Tenggara. Dan didukung lingkungan yang didominasi penggunaan ponsel cerdas dan lebih dari 140 juta internet user.

Memahami besarnya potensi Indonesia di masa depan, kata dia, Bosch siap sebagai perusahaan IoT terdepan dan mengukuhkan jejaknya di negara ini. Salah satunya dengan menghadirkan kantor cabang berkonsep baru di Surabaya di wilayah ASEAN. Surabaya, menurut dia, merupakan kota istimewa bagi Bosch.

Metropolitan yang dianugerahi Kompas Smart City Award dan Guangzhou International Award for Urban Innovation ini menjadi lokasi pertama hadirnya produk Bosch di Indonesia sekitar seabad lalu. Ia menyatakan, sentra inovasi di kantor cabang Bosch di Surabaya meliputi empat fasilitas utama. Coworking Space area yang kondusif bagi para digital native untuk bekerja, mengeksplorasi, dan menciptakan gagasan-gagasan inovatif; Incubation pada area berbagi ide dan berkonsultasi, juga menjadi sarana pembuatan konten guna mempromosikan gagasan dan mempublikasikan secara daring. (bw)