Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Kiprah pelukis muda. Sigmund Freud, seorang filosof terkemuka dunia mengemukakan bahwa insting merupakan daya dorong utama pada manusia bagi kelangsungan hidupnya. Seperti hawa nafsu, ketakutan, maupun dorongan berkompetisi. Sesungguhnya insting juga bisa berarti dorongan yang tidak disadari saat melakukan sesuatu secara cepat.

Seseorang pasti memiliki ingatan khusus saat insting mereka bekerja. Serta bagaimana cara insting bekerja secara tepat mengarahkan perjalanan hidup secara tepat sesuai perasaan masing-masing tanpa harus takut menjadi benar atau salah. Tetapi lebih pas menurut diri sendiri.

Adalah Imanullah Nur Amada, yang akrab dipanggil Aim. Seorang seniman lukis muda kelahiran Banyuwangi, 23 Oktober 1996 yang kemudian menetap dan berkarya di Batu Malang. Dia mempelajari seni secara otodidak. Kecintaan terhadap seni menginspirasi dia menciptakan karya seni batik yang merupakan kearifan lokal dengan mengambil inspirasi dari serangga.

“Sudah seminggu ini saya bekerjasama dengan Artotel Surabaya menggelar pameran lukisan mini solo exhibition,” kata Imanullah Nur Amala, kepada bisnissurabaya.com Senin (25/2) lalu.

Sebagian lukisan karya Aim. (Foto/nanang)

Berbagai karya lukisannya digelar di event tersebut. Antara lain, Mouth as Weapon, Religion Isn’t culture, Survive Insting, Bisik Serangga, Give For Given, Omnivar, Lucent Ecosystem, Self Potrait on Figure Version, dan Imun.

Salah satu karyanya, yaitu “Self Potrait on Figure Version” menjelaskan tentang bagaimana sosok dirinya sendiri dalam figure insect (serangga) yang sering ia gambar.

“Dalam gambar itu saya berusaha menjelaskan bahwa kita harus bertahan dalam keadaan terhimpit. Kita tidak boleh pasrah, tetapi mengandalkan kemampuannya sendiri,” jelas Aim.

Aim (kiri) saat menyampaikan lukisannya. (Foto/nanang)

Setiap karya yang dibuat Aim merupakan ketepatan bentuk dari dirinya. Pada pameran ini dia berusaha mengemukakan ide spontan yang ia alami dan menuangkannya dalam karya.

Berbagai exhibition dilakukan sejak 2016. Antara lain, Humanity-Koneksi, Gerebek Arsitektur, Peka Lingkungan, Mural dan Grafiti, Gambar Bareng 45, Pameran Ilustrasi Taman Sajak, Patch Exibition”Patch Me If You Can”, Artpostcard Exibition Liberates, dan lain lain.

“Saya juga pernah menggelar solo exhibition “Art Grow Politan” di kedai Joni Art Space” tambah Aim. Hotel Artotel Surabaya selalu memberikan kesempatan kepada para seniman muda untuk unjuk karya dan kebolehan di lobby hotel yang diberi nama space art. (nanang)