Maria Assumpta Evi Marlina (baju ungu), Eko Budi Santoso (baju merah bata), Hendro Susanto (baju batik), Timotius Febry Christian (baju kotak-kotak), bersama dengan peserta mini sharing Literasi Keuangan dan Perpajakan. Foto/timothy

Surabaya, (bisnissurabaya.com)-Pajak merupakan sumber utama penerimaan negara yang memiliki kontribusi sebesar 74,63 persen dari total penerimaan negara. Ironisnya, saat ini tingkat kepatuhan masyarakat Indonesia dalam membayar pajak masih rendah. Universitas Ciputra/UC melalui Prodi Akutansi Fakultas Manajemen dan Bisnis menggelar mini sharing yang bertajuk Literasi  Keuangan dan Perpajakan bagi Pemilik Bisni di Kecamatan Driyorejo, Gresik pada Minggu, (23/2) lalu.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan wawasan kepada pemiliki usaha tentang pengelolaan keuangan dalam bisnis dan pelaporan pajak. Tampil sebagai nara sumber/narsum Maria Assumpta Evi Marlina, S.E., M.M., CMA., Eko Budi Santoso, S.E., M.Si., Ak., CA. Hendro Susanto, S.E., M.M. Dr. Timotius Febry Christian, S.T., M.T.

Maria Assumpta Evi Marlina, S.E., M.M. menjelaskan tentang startegi bisnis dengan materi Takjub yang merupakan Tawakal, Jujur dan Tertib. “sesi ini mengulas berwirausaha itu harus mengedapankan kewajiban pada Tuhan , jujur pada relasi Bisnis dan tertib pada hokum di Indonesia termasuk pembayaran pajak,” kata Maria.

Ia menambahkan bahwa membangun masyarakat sadar pajak ternyata tidak bisa  instan. Literasi sadar pajak merupakan salah satu alternatif untuk mewujudkan masyarakat sadar pajak. Sementara, Eko Budi Santoso, S.E., M.Si., Ak., CA. Hendro Susanto, S.E., M.M. Dr. Timotius Febry Christian, S.T., M.T. pada sesi ini dilakukan dengar pendapat tentang perpajakan.

“Kami sangat senang dengan kegiatan sharing seperti ini jadi permasalahan kami tentang keuangan dan perpajakan  bias kami tanyakan langsung pada dosen UC. Dan kalau bias ada di buat secara bertahap,” ungkap Samsudin. Pada kesempatan yang sama Eko Budi Santoso, S.E., M.Si., Ak., CA menyatakan harapan dari kegiatan ini masyarakat sadar pentingnya penataan dalam keuangan dan bisnis dan pajak.

“Literasi adalah kemampuan seseorang dalam membaca informasi, memahami informasi dan menindaklanjuti informasi melalui suatu keputusan yang berguna dalam hidup” tandas Eko. Literasi sadar pajak, kata dia, adalah sebuah upaya meningkatkan daya cerna masyarakat terhadap pajak sehingga melahirkan kesadaran untuk menjadi orang bijaksana yang taat pajak.

“Selanjutnya kegiatan ini akan kami lakukan secara berkala pada masyarakat dan kami akan melakukan coaching bisnis dan pajak,” tutup Eko. (timothy/stv)