Presiden berdialog dengan karyawan PT Mayora. (Foto/ist)

Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Produk Indonesia tembus pasar dunia. Presiden Joko Widodo pantas merasa bangga dengan adanya produk dengan merek asli Indonesia yang telah “menjajah” lebih dari 100 negara. Beberapa negara tujuan ekspor antara lain, Amerika Serikat, Rusia, Tiongkok, negara-negara di kawasan ASEAN, hingga negara di kawasan Timur Tengah dan Afrika.

“Menurut Presiden Jokowi, menjajah dalam artian masuk ke pasarnya. Bukan kita dimasuki, tapi kita memasuki. Ini yang penting,” kata Deputi Bidang Protokol Pers dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin, kepada bisnissurabaya.com Kamis (20/2).

Pernyataan Presiden Jokowi disampaikan saat menghadiri pelepasan kontainer ekspor ke-250.000 Mayora Group di Pabrik PT Mayora Indah Tbk., Cikupa, Kabupaten Tangerang Banten.

Presiden Jokowi, meninjau proses produksi produk kopi torabika mayora. (Foto/ist)

Presiden mengatakan ada dua faktor kunci yang akan menjadikan ekonomi bangsa Indonesia sehat. Yaitu, peningkatan investasi dan ekspor.

“Negara kita sekarang ini ada dua yang akan menjadikan kita ekonominya sehat. Yang pertama, investasi harus banyak. Yang kedua, ekspornya harus gede. Hanya itu saja, enggak ada yang lain. Kalau ini bisa dilakukan, ekonomi kita akan tumbuh dengan baik,” jelas Bey Machmudin menirukan Presiden Jokowi.

Karena itu, Presiden mengaku senang ketika mendengar nominal ekspor yang dilakukan PT Mayora ini. Berdasarkan penuturan Presiden Direktur Mayora Group Andre Sukendra Atmadja, Presiden menyebutkan volume ekspornya mencapai lebih dari 2.000 kontainer per bulan.

“Tadi Presiden dibisiki Pak Andre, bahwa lebih dari 2.000 kontainer per bulan. Dan hari ini akan diekspor yang ke-250.000 kontainer,” tambah Bey Machmudin.

Presiden dan Direktur Utama Mayora melepas truk kontainer untuk ekspor. (Foto/ist)

Mantan Gubernur Jakarta ini juga mengapresiasi langkah PT Mayora yang membeli langsung bahan bakunya langsung dari para petani lokal. Misalnya, untuk produk olahan kopinya.

Presiden sangat menghargai apa yang dilakukan PT Mayora yang telah membina banyak petani sehingga produksi mereka dapat dibeli PT Mayora.

Untuk meningkatkan ekspor dan investasi yang menjadi dua kunci utama keberhasilan ekonomi Indonesia, Presiden berharap adanya kerja sama dan kolaborasi yang baik antara pihak perusahaan swasta dengan pemerintah.

Presiden Indonesia ke-7 ini menuturkan strategi lainnya dalam menggenjot ekspor. Yakni, dengan penetapan industri yang menjadi prioritas. Untuk itu, Presiden telah menyampaikan kepada Menteri Perindustrian dan Menteri Perdagangan untuk menetapkan industri makanan dan minuman sebagai prioritas karena pertumbuhannya yang pesat.

Industri makanan dan minuman menjadi prioritas karena growth-nya tinggi, 9 persen growth di makanan dan minuman. Industri ini harus diberikan dukungan, saat kemarin ada sedikit masalah. Misalnya, Mayora dengan Filipina, Pemerintah mengirimkan tim untuk berbicara dengan pemerintah Filpihina agar produk-produk yang ada ini tetap bisa masuk.

Di samping itu, penyederhanaan regulasi juga dipandang Presiden sebagai salah satu kunci untuk meningkatkan ekspor. Demikian halnya dengan investasi yang berkaitan dengan barang ekspor atau produk-produk substitusi impor yang juga diberikan kemudahan.

Turut mendampingi Presiden dalam acara ini antara lain, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Gubernur Banten Wahidin Halim, dan Presiden Direktur Mayora Group Andre Sukendra Atmadja. (nanang)