Pelaksanaan Program “Wujudkan Generasi Indonesia Bergizi dan Sehat” di 2019 akan menjangkau di Surabaya dengan total penerima bantuan 4.032 anak-anak di atas usia satu tahun. (foto/ist)

Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Kasus kekurangan gizi dan tingkat kemiskinan di Surabaya terus menurun. Meski demikian, masyarakat  jangan sampai terlena. “Peranan masyarakat termasuk dunia usaha sangat diperlukan untuk menekan jumlah tersebut, mengingat besarnya dampak dari kekurangan gizi sejak dini bagi kualitas generasi Indonesia ke depan,” kata Wakil walikota Surabaya Wishnu Sakti Buana, kepada bisnissurabaya.com, di Surabaya Kamis (21/2) pagi.

Puti Guntur Soekarno Putra

Ia mengungkapkan, wilayah Jawa Timur/Jatim turut memberikan sumbangsihnya atas penurunan angka kekurangan gizi dan tingkat kemiskinan di Indonesia. Dimana tingkat kemiskinan di daerah ini turun hingga 10,98 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya diangka 11,20 persen berdasarkan data BPS 2018.

Hal itu, kata dia, membuktikan progam yang dihadirkan pemerintah setempat mampu berjalan efektif untuk terus menekan angka kekurangan gizi dan tingkat kemiskinan masyarakat. Adanya progam “Wujudkan Generasi Bergizi dan Sehat” yang dilakukan Tempo Scan Group dapat menjadi sinergi yang baik dengan upaya pemerintah daerah dalam memperbaiki status gizi anak.

Sementara, President Director Tempo Scan Group Handojo S. Muljadi, mengatakan, progam “wujudnya Generasi Indonesia Bergizi dan Sehat” merupakan bentuk tanggung jawab sosial Tempo Scan Group terhadap masyarakat Indonesia yang telah berjalan sejak 2017. “Melalui progam ini, Tempo Scan Group mengajak masyarakat turut berpartisipasi guna mewujudkan kesetaraan kesempatan bagi anak Indonesia melalui pemberian nutrisi. Sehingga dapat mewujudkan Generasi Indonesia yang Bergizi dan Sehat,” tegas Handojo.

Pelaksanaan progam “mewujudkan Generasi Indonesia Bergizi  dan Sehat “2019 ini, menurut dia, menjangkau beberapa wilayah di provinsi Jatim dan Jawa Tengah/Jateng. Dengan estimasi penerima bantuan sekitar 8.000 anak-anak di atas usia satu tahun. Hal ini memperluas Progam “Wujudkan Generasi Indonesia Bergizi dan Sehat” sejak 2017 lalu telah menjangkau lima Kabupaten di Jawa Barat/Jabar dan Banten. Serta sejumlah 172 posyandu di delapan kecamatan dan berhasil membantu 8.781 anak-anak dengan usia diatas 1 tahun.

Handojo S Muljadi

“Progam CSR ini dalam pelaksanaannya akan melibatkan instansi terkait. Seperti posyandu yang merupakan pusat pelayanan kesehatan dasar dengan masyarakat,” tambah Handojo. Sedangkan salah satu tokoh masyarakat Puti Guntur Soekarno, menambahkan, langkah Tempo Scan Group yang ikut serta dalam penanganan gizi ini patut didukung.

Karena sejalan dan membantu langkah pemerintah dalam permasalahan gizi masyarakat. Lanjutnya Puti mengatakan “Orang tua memiliki peran penting dalam menyediakan asupan gizi yang akan dikonsumsi anaknya. Kita wajib memahami dan memberikan produk makanan yang bergizi untuk anak-anak, rutin melakukan cek kesehatan anak di Posyandu, dan dapat bertumbuh kembang dengan optimal.” ujarnya.

Berdasarkan Ringkesdas 2018 terdapat perbaikan status gizi pada balita di Indonesia, dimana proporsi status gizi buruk dan gizi kurang turun 19,6 persen (Ringkedas 2013) menjadi 17,7 persen. Hal ini didukung Data BPS 2018 yang menunjukkan bahwa tingkat kemiskinan di Indonesia mengalami penurunan baik dari sisi jumlah maupun prosentase dan berhasil mencapai titik terendah di 2018. Dalam hal ini Tempo Scan Group melalui Progam “Wujudkan Generasi Bergizi dan Sehat” ingin membantu percepatan perbaikan status gizi anak Indonesia. “Jadi setiap orang tua, terutama ibu perlu memiliki pemahaman tentang kebutuhan gizi yang tepat bagi anak guna memberikan kebiasaan untuk membangun pola makan sehat untuk anak. Bahkan, pemenuhan kebutuhan gizi perlu dilakukan sejak anak masih dalam kandungan,” jelas cucu mantan Presiden Soekarno ini. (bw)