Prosesi pengambilan sumpah anggota KPU yang dilantik. Foto/ist

Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Pelantikan penyelenggara pemilu.

Tahapan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 untuk memilih Presiden & Wakil Presiden, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kab/kota/prov, dan Dewan Pewakilan Daerah (DPD) sedang berjalan. Hal itu sesuai peraturan Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU-RI).

Dan untuk menjamin kelangsungan tahapan pemilu tersebut, Ketua KPU RI Arief Budiman, telah melantik sebanyak 77 komisioner KPU Provinsi, Kota dan Kabupaten.

“Saya mengharap kepada teman-teman agar menjadi pemimpin yang bisa mempengaruhi, memberi contoh, dan menginspirasi,” kata Ketua KPU RI Arief Budiman, kepada bisnissurabaya.com. Rabu (20/2) lalu.

Prosesi pelantikan yang digelar Rabu (20/2) di Hotel Meredien Jakarta tersebut, turut dilantik tujuh komisioner KPU Jawa Timur/Jatim. Yakni, Choirul Anam, Rochani, Muhammad Arbayanto, Miftahur Rozaq, Insan Qoriawan, Gogot Cahyono Baskoro, dan Nurul Amalia. Sebelumnya, Nurul Amalia adalah komisioner KPU Surabaya Divisi Teknis Penyelenggaraan.

Anggota KPU yang dilantik memiliki tugas berat. Yaitu, memastikan proses dan tahapan pemilu yang sedang berjalan dapat terlaksana dengan baik. Karena itu begitu dilantik mereka harus tancap gas dan bekerja keras menyesuaikan diri pada proses tahapan pemilu yang sedang berlangsung.

“Anggota KPU yang baru, agar menyiapkan diri. Baik fisik maupun kemampuan untuk penyelenggaraan pemilu yang berkualitas,” kata Arief, yang juga mantan anggota KPU Jatim ini.

Penyelenggaraan pemilu kali ini memang berat, karena proses pelaksanaan pemilihan presiden (Pilpres) dan pemilihan legislatif (Pileg) digabung menjadi satu kegiatan.

Karena itu, diperkirakan proses pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS) diperkirakan memakan waktu yang panjang hingga larut malam.

“Sebagai penyelenggara, KPU harus siap 24 jam di hari pelaksanaan pemilu,” tambah alumni Universitas Airlangga/Unair ini. (nanang)