Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Industri pariwisata menunjukkan pencapaian yang pesat pada 2018. Hal ini ditandai dengan rekor baru  tourism receipt (jumlah devisa pariwisata) maupun visitor arrival (kunjungan wisata) selama 3 tahun berturut turut. Kinerja positif ditunjukkan pada sektor utama industri pariwisata. Yaitu, Bussines Travel and Meeting (perjalanan dan pertemuan bisnis), Incentive Travel (perjalanan insentif), Convention (Konvensi), Exhibitions (pameran), serta perhotelan dan kapal pesiar.

Berkat pertumbuhan kunjungan pariwisata dan belanja dari 15 negara utama seperti : China, Indonesia, India, Malaysia, Australia, Jepang, Filiphina, Amerika Serikat, Korea Selatan, Vietnam, Inggris, Thailand, Hongkong, Taiwan, dan Jerman maka devisa pariwisata tumbuh 1,0 persen menjadi 27,1 miliar dollar Singapura. Rekor ini mendorong kenaikan jumlah kunjungan wisata sebesar 6,2 persen menjadi 18,5 juta dolar Singapura.

“Kami sangat senang karena sektor pariwisata bekinerja baik walaupun ada ketidak pastian ekonomi,” kata Area Director Indonesia Internasional Group Singapore Tourism Board (STB) Mohamed Firhan Abdul Salam, kepada bisnissurabaya.com, Selasa (19/2). Pada periode Januari sampai September 2018, devisa pariwisata dari wisatawan Indonesia tumbuh 8 persen.

Seorang pengunjung mencoba fasilitas passion box di area pameran. (Foto/nanang)

Hal ini membuat posisi Indonesia diperingkat kedua penyumbang devisa terbesar kedua sesudah China. Wisatawan Indonesia tidak hanya terbatas dari Jakarta, tetapi juga kota besar lainnya seperti Surabaya, Medan, Semarang, Makassar dan Palembang. “Fokus kami dalam mendorong pertumbuhan wisata dari luar Jakarta membuahkan hasil, terutama sejak dibukanya kantor regional STB di Surabaya pada Oktober 2017,” tambah Firhan.

Pada 2018, terjadi lonjakan  sebesar 69 persen pada penumpang kapal pesiar asal Indonesia di pelayaran Singapura. Baik yang dilakukan pesiar rekreatif maupun kelompok koorporat yang menyelenggarakan pertemuan di kapal pesiar. Selain itu, Singapura juga membidik turis muslim asal Indonesia untuk memperkenalkan dan memasarkan Singapura sebagai destinasi wisata yang ramah bagi umat muslim. Sejak dinobatkan sebagai tujuan wisata paling ramah muslim diantara negara non muslim 4 tahun berturut-turut oleh  Mastercard -Crescent Rating Global Muslim Travel Index pada 2018.

Area Diretor Indonesia International Group STB Mohamed Firhan Abdul Salam. (Foto/nanang)

Singapura terus meningkatkan fasilitas lingkungan yang aman, makanan halal, akses tempat ibadah yang mudah. “Kami terus berupaya meningkatan jalinan komunikasi yang efektif bagi turis muslim asal Indonesia,” tambah Firhan. Untuk 2019, STB mentargetkan devisa pariwisata di angka 27,3- 27,9 milliar dollar Singapura dengan pertumbuhan antara 1-3 persen.

Dan jumlah kunjungan wisatawan internasional antara 18,7 sampai 19,2 juta kunjungan, dengan angka pertumbuhan 1 sampai 4 persen. STB akan terus mengembangkan sektor pariwisata dengan penawaran baru dan konsep yang terus disegarkan. Misalnya bekerjasama dengan beberapa pihak  untuk mempromosikan laskap restoran yang ada melali aja 50 best di Singapura.

Sedangkan Bandara Changi juga terus dikembangkan sebagai komplek lifestyle (gaya hidup) yang didalamnya terdapat fasilitas atraksi, belanja, kuliner, dan penerbangan. Juga dilengkapi air terjun indoor yang terbesar di dunia, taman indoor 5 tingkat, dan canopy park. (nanang)