Ini Gebrakan Gubernur Khofifah Bersihkan Kali Brantas

94
Gubernur Jatim Khofifah menaiki perahu. Foto/nanang

Surabaya, (bisnissurabaya.com)
Pemimpin di hati rakyat. Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa benar-benar luar biasa. Belum satu minggu dilantik menjadi gubernur sudah melakukan gebrakan nyata bersama masyarakat menggunakan perahu karet bersihkan Kalimas dari sampah popok.
Kegiatan bersih-bersih sungai tersebut dilaksanakan Minggu (17/2) di sekitar Rolak Gunungsari dekat kantor Jasa Tirta. Dari tempat ini, kemudian pasukan yang terdiri dari Taruna Siaga Bencana (Tagana), Ecoton, Relawan Jogo Kali, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD Jatim) dibagi menjadi dua untuk di tempakan di sekitar Jambangan dan sekitar Jembatan Karangpilang.

Tagana kampanye bahaya sampah popok. Foto/nanang

“Pasukan Tagana berangkat dari titik kumpul di Dinas Sosial Jatim dengan menggunakan Kendaraan Taktis Umum (RTU),” kata Koordinator Tagana, Sigit Eki Erianto, kepada bisnissurabaya.com Senin (18/2) pagi.
Gubernur wanita pertama di Jatim ini tampak menaruh perhatian khusus terhadap kebersihan sungai dan keberlangsungan ekosistem yang ada disana. Karena itu dia terus memberikan edukasi kepada setiap orang bahwa sungai bukan tempat pembuangan sampah.

Khofifah berfoto bersama anggota Tagana. Foto/nanang

“Gubernur Khofifah, dihadapan kita semua menyampaikan, aku yo mangan iwak wader teko kali. Lha lek iwake mangan limbah, terus yok opo?,” jelas Sigit yang juga asli arek Simo.
Saat berada di Jambangan, Gubernur Khofifah, berkenan menebarkan ribuan benih ikan untuk dikembang biakkan di sungai. Dia berharap Kali Brantas bisa bersih dari sampah. Sehingga ikan yang ditebar bisa berkembang tanpa mengkonsumsi sampah.
Kesedihan dan kekecewaan Ketua PP Muslimat NU ini tampak terlihat jelas saat menyaksikan banyaknya sampah yang menyangkut di pilar Jembatan Karang Pilang.
“Ibu Gubernur prihatin menyaksikan banyaknya sampah popok yang menyangkut di pilar jembatan,” tambah Sigit Eki Erianto.
Pasukan Tagana yang terdiri dari Sigit Eki Erianto, Aniek Pudji Lestari, Slamet, Ali Usman, Nora Veronica Palupessy, Frans, Rudi, Gatot Prasetyo, Hendro, Agus Dwi Prayitno, Atik Sulikha, Sunhaji, Nanang Setyawan, Laili Rokhmatin, Yogi, Yusri, Reni, dan Rizky, terlibat dalam kegiatan bersih -bersih sungai tak hanya sebatas membersihkan bibir sungai, tetapi juga membersihkan bagian tengah sungai dengan menggunakan perahu karet. (nanang)