Genjot Perbaikan Sarana Pendidikan agar Belajar Menyenangkan

5

Mojokerto, (bisnissurabaya.com) – Sarana dan prasarana pendidikan turut menentukan keberhasilan kegiatan belajar mengajar. Sarana yang memadai menjadikan suasana belajar menjadi menyenangkan.

Sarana berupa gedung baru UPT SDN Mojosari diresmikan. Peresmian berlangsung Jumat (8/2) oleh Wakil Bupati (Wabup) Mojokerto Pungkasiadi.

Turut hadir Wakil Ketua TP PKK Yayuk Pungkasiadi, Forkopimda, dan jajaran perangkat daerah.

Peresmian SDN Mojosari juga sekaligus menjadi peresmian 8 gedung sekolah lainnya di lingkup Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto yakni SDN Canggu, SDN Pacet 2, SMPN 1 Dawarblandong, SMPN 1 Pungging, SMPN 2 Trowulan, SMPN 2 Mojoanyar, SMPN 2 Sooko, dan SMPN 1 Kemlagi.

Wabup mengatakan tugas pemerintah adalah mencukupi sarana dan prasarana sebaik mungkin salah satunya sarana pendidikan.

“Sarana dan prasarana masyarakat di Kabupaten Mojokerto harus lengkap dan memadai. Salah satunya di bidang pendidikan. Pemerintah terus menerus melakukan perbaikan. Karena pendidikan adalah pelayanan paling dasar selain kesehatan. Anggaran pendidikan kita targetkan 20 persen,” kata wabup.

Pentingnya sarana dan prasarana untuk menunjang proses pendidikan, diatur oleh Undang-Undang (UU) Republik Indonesia No 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan Nasional. Dalam UU ini disebutkan setiap satuan pendidikan formal dan non formal menyediakan sarana dan prasarana yang memenuhi keperluan pendidikan sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan potensi fisik, kecerdasan intelektual, sosial, emosional, dan kewajiban peserta didik.

“Sarana dan prasarana pendidikan juga digunakan untuk mempermudah pemahaman siswa tentang materi ajar yang disampaikan. Dan kegiatan belajar mengajar menjadi lebih efektif , efisien, lebih bermakna, berkualitas serta menyenangkan,” tambah wabup.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto Zaenal Abidin menambahkan program Dinas Pendidikan yakni penerapan pendidikan karakter kepada siswa didik.

“Kita menekankan pentingnya penerapan pendidikan karakter kepada siswa SD dan SMP melalui pelestarian ekosistem. Dan secara simbolis kita lakukan hari ini melalui pelepasan burung, penanaman pohon berbuah jenis langka di seluruh SD dan SMP se-Kabupaten, dan pencanangan udeng Majapahit untuk menyambut tamu,” terang Zaenal. (sam)