Perkuat Perekonomian, Dana Desa segera Cair

52

Mojokerto, (bisnissurabaya.com) – Dana Desa (DD) Kabupaten Mojokerto 2019, segera cair. Dana ini tujuan utamanya meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Besar dana Rp 235.653.897.000 yang dicairkan dalam tiga tahap.
Wakil Bupati Mojokerto Pungkasiadi mengatakan pencairan itu pada acara Fasilitasi Pendampingan Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2019 yang diselenggarakan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Mojokerto, di Hotel Puncak Ayana Trawas, Kamis (7/2).
“DD Kabupaten Mojokerto tahun anggaran 2019, tercatat mengalami kenaikan sebesar 18 persen dari tahun lalu yakni Rp 208.535.750.000, menjadi Rp 235.653.897.000 yang akan disalurkan ke rekening kas pemerintah desa dalam tiga tahap. Tahap I sebesar 20 persen tahap II 40 persen dan tahap III 40 persen. Tahun 2019 ini adalah merupakan tahun kelima bagi seluruh desa yang ada di Indonesia terutama di Kabupaten Mojokerto menerima DD sejak dikucurkan oleh pemerintah pusat pada tahun 2015,” kata Pungkasiadi.

Wabup juga mengatakan dibandingkan dengan sumber dana yang lain, DD merupakan anggaran yang istimewa karena DD adalah dana APBN yang diperuntukan langsung bagi desa yang ditransfer melalui APBD Kabupaten.
Peruntukkannya diprioritaskan pada bidang pembangunan dan bidang pemberdayaan, yang bertujuan meningkatkan pelayanan publik di desa, mengentaskan kemiskinan, memajukan perekonomian desa, mengatasi kesenjangan pembangunan antar desa, juga memperkuat masyarakat desa sebagai subyek pembangunan.
Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari (6-7 Februari) terbagi dalam dua angkatan. Yaitu angkatan pertama Kecamatan Pacet, Gondang, Jatirejo, Ngoro, Pungging, Mojosari, Dlanggu, Kutorejo dan Trowulan. Selanjutnya angkatan kedua Kecamatan Dawarblandong, Kemlagi, Jetis, Gedeg, Sooko, Puri, Mojoanyar, Bangsal dan Trawas.
Usai membuka acara dan memberi arahan tentang DD, wakil bupati juga membuka acara Pelatihan Evaluasi Tingkat Perkembangan Desa/Kelurahan Kabupaten Mojokerto yang juga diselenggarakan DPMD Kabupaten Mojokerto, bertempat di Hotel Vanda Gardenia Trawas.
Acara ini dimaksudkan untuk melihat tahapan dan menentukan keberhasilan perkembangan desa serta kelurahan. Sasaran evaluasinya meliputi pemerintah daerah provinsi dan kabupaten/kota serta pemerintah desa dan keleurahan.
Wabup mengatakan kebijakan dan aktivitas pembangunan dan pemberdayaan masyarakat harus rata dan adil. Pemutakhiran data status perkembangan desa, saat ini melibatkan beberapa pihak dari satker DPMD, Bappeda, Kades, serta Tenaga Ahli Pendamping Provinsi (TA Provinsi), Tenaga Ahli Pendamping Kabupaten (TA Kabupaten), Pendamping Desa Kecamatan (PD) dan Pendamping Lokal Desa (PLD).
Sejumlah materi diberikan dalam acara ini antara lain tentang pemutakhiran data Indeks Desa Membangun (IDM), serta pemutakhiran pengungkap data dan nilai perkembangan desa/kelurahan. Wabup didampingi Kepala Dinas PMD Ardi Sepdianto, juga menyerahkan piala kepada pemenang perlombaan desa/kelurahan.
Antara lain, kepada Desa Kesiman Tengah Kecamatan Trawas sebagai juara pertama dengan hadiah uang pembinaan Rp 22.500.000, Desa Awang-Awang Kecamatan Mojosari juara dua dengan uang pembinaan Rp 5.000.000, dan Desa Pohjejer Kecamatan Gondang sebagai juara tiga dengan uang pembinaan Rp 2.500.000. (sam)