Sidoarjo, (bisnissurabaya.com) – Kasus penganiayaan di counter handphone di Sedati beberapa hari lalu, sempat viral di medsos. Berdasarkan tayangan tersebut, akhirnya Polresta Sidoarjo berhasil menangkap tersangka yang sempat lari ke Jakarta.

Kapolresta Sidoarjo, Kombes Pol Zain Dwi Nugroho, menyampaikan, dari lima saksi yaitu korban, orangtua korban, pemilik counter dan rekan korban serta pelapor tentang penganiayaan yang terjadi di counter, mengakibatkan korban warga Desa Buncitan mengalami lebam dan babak belur.

“Dalam rekaman CCTV, korban yang tak lain adalah kekasih tersangka dan berencana menikah setelah lebaran ini mengalami penganiayaan yang dilakukan tersangka Nurman (20) warga Desa Gemurung,” kata Kapolres di Sidoarjo Sabtu (16/2) kemarin.

Ia menjelaskan, tindakan yang dilakukan tersangka lantaran cemburu terhadap pembicaraan korban dengan teman laki-lakinya melalui WhatsApp seperti sepasang kekasih.

“Dengan emosi, tersangka langsung menganiaya korban di tempat kerjanya. Yaitu di counter handphone dengan cara menendang, menampar dengan tangan dan kakinya,” tandasnya.

Tersangka, kata dia, sempat melarikan diri ke Jakarta. Pada 15 Februari lalu, kami membuntuti tersangka dari Jakarta dan menangkapnya di Stasiun Pasar Turi Surabaya.

Dari hasil penyelidikan, beberapa barang bukti disita. Antara lain, rekaman CCTV, helm, baju yang dipakai tersangka dan korban.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, tersangka dikenakan Pasal 351 tentang penganiayaan dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara. (ttk)