Sidoarjo, (bisnissurabaya.com) – Tol Trans Jawa menghidupkan dunia usaha. Tak heran, bila kehadiran Hotel Neo yang letaknya di perbatasan Surabaya – Sidoarjo itu berharap akses tol Jakarta – Solo – Mojokerto hingga ke Banyuwangi membawa dampak positif, khususnya pada tamu hotel.

Penegasan itu dikemukakan CEO Archipelago Internasional, John Flood, didampingi Marketing Manager Hotel Neo, Rina, kepada bisnissurabaya.com di Sidoarjo, Jum’at (17/1) kemarin. Archipelago Internasional, yang mengelola 138 hotel yang tersebar di Indonesia, Malaysia, Filipina, Karibia, dan Arab Saudi.

Letak Hotel Neo yang strategis ini, kata dia, karena dekat dengan distrik perdagangan dan jalan tol sangat ideal untuk pelancong bisnis maupun rekreasi. ‘’Sidoarjo, adalah wilayah perkotaan di sekitar Surabaya yang menawarkan banyak industri dan peluang ekonomi yang beraneka macam,’’ kata John, sambil menjelaskan kota udang ini menjadi komponen utama untuk kemajuan ekonomi Jatim secara keseluruhan,’’ tambahnya.

John Flood (no 2 dari kanan). (Foto/patrik)

Supervisor Front Office Hotel NEO, Dhita, menyatakan, bahwa bila pelanggan masuk ke Hotel Neo akan terasa beda. Sebab, staf reseptionis khususnya yang wanita memakai rambut wig berwarna putih dengan baju warna hitam. Demikian juga dengan petugas reseptionis yang laki-laki juga menggunakan topi bulat dengan  kemeja warna hitam.

Loby Hotel Neo. (Foto/patrik)

‘’Ini yang membedakan Hotel Neo dengan yang lain,’’ ujarnya sambil menjelaskan Hotel Neo Waru Sidoarjo memiliki 130 kamar dan lima ruang pertemuan modern dan bergaya yang mampu menampung hingga 500 delegasi. (bw)