Sidoarjo, (bisnissurabaya.com) – Pelayanan yang cepat dan tepat didambakan masyarakat luas. Apalagi pelayanan itu bisa terintegrasi dengan instansi terkait. Termasuk pelayanan rumah sakit di Sidoarjo sudah lebih meningkat.

Deputi Pelayanan Publik Kemenpan RB, Diah Natalisa meninjau layanan Publik Safety Center (PSC) 119 RSUD Sidoarjo atau layanan yang menangani kegawatdaruratan dengan cepat.

Usai meninjau PSC, Deputi Diah Natalisa juga meninjau Command Center Sidoarjo, Kamis, (10/1).

Deputi Diah merasa senang dengan perkembangan publik di Sidoarjo. Pelayanan RSUD Sidoarjo dinilai sangat baik dengan dibangunnya fasilitas layanan PSC yang mengintegrasikan layanan informasi secara real time antar Rumah Sakit dan Puskesmas se Kabupaten Sidoarjo.

“Kecepatan pelayanan dalam menangani pasien sangat penting, PSC ini sangat membantu penanganan kesehatan dalam keadaan darurat, sebab jaringan komunikasi sudah terkoneksi antar rumah sakit dan puskesmas se Sidoarjo”, ujar Diah Natalisa.

Sementara itu, Direktur RSUD Sidoarjo Atok Irawan mengatakan, dalam waktu dekat PSC akan akan dilauching, saat ini masih dalam tahap uji coba.

Sistem PSC ini bukan hanya terkoneksi dengan Rumah Sakit dan Puskesmas saja, PSC juga terkoneksi dengan Polresta Sidoarjo, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Kesehatan Kab Sidoarjo.

“Nantinya dengan PSC ini, RSUD Sidoarjo bisa memonitor ketersediaan kamar pasien di Rumah Sakit se Kabupaten Sidoarjo dan bisa dengan cepat koordinasi dengan Polresta Sidoarjo serta BPBD apabila terjadi sesuatu hal yang dianggap darurat,” ujar Atok Irawan yang baru saja mendapat Anugerah ASN 2018.

Deputi Diah juga mengapresiasi layanan Command Center milik Pemkab Sidoarjo, meski dengan ruangan yang tidak terlalu besar namun memiliki nilai kemanfaatan yang luas.

Hal itu disampaikan saat melihat langsung ruangan Command Center yang berlokasi di Pendopo Delta Wibawa.

Sementara itu Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kab Sidoarjo Y. Siswojo menambahkan perkembangan pembangunan smart city Kab Sidoarjo saat ini sudah mencapai 60 persen dari yang ditargetkan, sesuai dengan RPJMD tahun 2016 – 2021.

Siswojo mengatakan, pemasangan jaringan Fiber Optik (FO) ditargetkan rampung tahun 2021. “Saat ini sudah 35 km yang terpasang FO dan tahun ini akan dilanjutkan pemasangannya sepanjang 70 km, diperkirakan tahun 2021 seluruh jalan di Sidoarjo sudah terpasang FO”, ujarnya.

Pemasangan jaringan kabel FO menurutnya sangat penting, karena dengan adanya FO maka daerah yang dilewati oleh jaringan tersebut bisa dipantau melalui Commang Center. (rino )