Segarnya Bisnis Minuman Timun Serut

350

Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Bisnis minuman tak ada matinya. Cuaca kota Surabaya yang cenderung panas, membuat warganya  senang mengkonsumsi minuman yang menyegarkan. Apalagi kalau bukan meneguk minuman dingin atau  yang mengandung es batu. Karena itu, sangatlah mudah mencari minuman yang berbahan es di Surabaya.

Mulai minuman es yang dijual di pinggir jalan. Misalnya, es legen, es cao, es sinom, hingga minuman es yang dijual di cafe seperti es mojito dan lemon squash. Adalah Anik Yusmani, Arek Suroboyo kelahiran 2 Maret 1978 yang  tinggal di Petemon Timur ini mampu jeli menangkap peluang. Dibawa bendera Usaha Kecil Menengah dan Mikro (UMKM) Ijo Pandan, dia memproduksi berbagai minuman kemasan botol yang menyegarkan. Seperti,  timun serut, belimbing wuluh, sinom, dan saridele.

“Usaha produksi minuman ini saya geluti sejak lulus kuliah bersamaan dengan usaha pembuatan kue basah,” kata  Owner UKM Ijo Pandan, Anik Yusmani, kepada Bisnis Surabaya pekan lalu. Minuman buatan Anik, dibuat per resep. Hal ini dilakukan untuk menjaga kualitas rasa supaya enak. Pernah beberapa kali dia gagal membuat  minuman sari dele, hasil produknya itu terlalu kental atau terlalu encer.

Anik Yusmani (kiri) saat bersama Walikota Surabaya Tri Rismaharini (kanan). (Foto/nanang)

Memang,  sejak kuliah di Jurusan Akuntasi Fakultas Ekonomi Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, perempuan berperawakan langsing ini hobby membuat kue. Karena itu saat lulus kuliah  tahun 2000, satu tahun kemudian hingga 2016 sambil bekerja sebagai staff  keuangan di lembaga pendidikan anak berkebutuhan khusus, dia mengambil kursus membuat kue.

“Tahun 2016, saya memutuskan resign dari pekerjaan dan fokus pada usaha pembuatan kue,” jelas anak kedua dari 3 bersaudara ini. Kue basah buatan Anik banyak ragamnya. Terdiri dari putri mandi, dadar gulung, kelepon, lumpur labu, kroket, risol, sosis solo, lemper, dan pastel. Semuanya memiliki  rasa yang enak.

Karena itu, banyak yang pesan untuk acara arisan atau pengajian. Bahkan, Anik juga dipercaya untuk mensuplay toko kue Melly, yang ada di Jalan Dharmasuda dan Adityawarman. Sebagai pelaku bisnis UMKM, Anik, merasa senang kalau ada yang order ulang makanan dan minumannya. “Saat roadshow pameran di wilayah Surabaya Barat, ada seorang pelanggan yang khusus datang untuk cari es timun serut. Dia membeli 3 botol untuk dibawa pulang,” tambah perempuan berhijab ini.

Sejak fokus menjalankan bisnisnya, Anik, mampu mengantongi omzet sekitar Rp 10 juta per bulan. Untuk memperluas jaringan pemasaran serta menambah pengetahuan, atas ajakan temannya Elny Thirdyana, dia mengikuti program Pejuang Muda/PM yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya setiap hari Sabtu di Kapas Krampung Plaza. (nanang)