Andriani Trisusilowati : Housekeeping Jantungnya Hotel

752

Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Housekeeper handal di hotel bintang. Perkembangan hotel di Surabaya semakin hari semakin pesat. Saat ini, ada 300 hotel dengan berbagai kelas bintang beroperasi di Surabaya. Hal ini, menumbuhkan persaingan yang sangat kompetitif diantara mereka. Tak jarang, mereka menurunkan harga tanpa mengurangi kualitas pelayanan supaya bisa bertahan dalam kompetisi tersebut.

Sejak dulu, hotel selalu mengutamakan pelayanan dan kenyamanan. Terutama, dalam pengadaan fasilitas linen yang bersih seperti handuk, bantal, dan selimut menjadi tugas Departemen House Keeping. Dari fungsi tersebut, dapat diketahui peran penting dari Departemen Housekeping pada sebuah hotel.

Jika marketing ibarat roh, maka housekeeping adalah jantungnya hotel. Hotel tanpa adanya housekeeping dapat dipastikan akan mengalami kesulitan yang beruntun. Berbicara tentang housekeeping, mengingatkan kita pada sosok Andiani Trisusilowati. Perempuan manis nan enerjik ini adalah seorang profesional housekeeper yang bekerja di Hotel Artotel Surabaya dengan jabatan sebagai Eksekutif House Keeper.

Sejak lulus kuliah tahun 1999 di Manajemen Perhotelan Indonesia (Mapindo) di kampus Balai Latihan Kerja (BLK) Gayungan, satu tahun kemudian dia melanjutkan training di Hotel JW Mariot Surabaya. “Di JW Mariot, saya berkarir hingga 2012. Jabatan saya terakhir Assistance Eksekutif House Keeper,” kata Eksekutif House Keeper  Hotel Artotel, Andriani Trisusilowati, kepada Bisnis Surabaya pekan lalu.

Setelah resign dari Hotel JW Mariot, ibu dua anak ini mencoba berbisnis laundry  dengan nama Mr Laundry dan buka usaha butik. Namun, itu hanya bertahan 3 bulan, karena pada 2013 dia ditawari bekerja di Hotel Artotel. Pekerjaan di hotel tersebut ditekuni hingga sekarang.

Rupanya bekerja di hotel merupakan passion tersendiri bagi Andriani. Sebab bisa bertemu dengan banyak tamu dengan berbagai karakter. Banyak juga dari tamu yang akhirnya menjadi sahabat. Karena itu, dia selalu memberikan layanan yang terbaik supaya tamu bisa nyaman dan hommy.

Tak lupa Andriani, memberikan souvenir kepada tamunya, walaupun hanya sekedar gantungan kunci. Manajemen Artotel sangat mengapresiasi karyawannya yang memberikan service excellent kepada tamu. Untuk itu, manajemen menyediakan reward.

“Suasana kerja disini sangat menyenangkan. Semua karyawan seperti keluarga sendiri. Jadi sense of belonging-nya dapat banget,” jelas Andriani.

Ada beberapa Manager Hotel perempuan yang menginspirasinya. Antara lain, Direktur of Room Hotel JW Mariot, Lili Wijaya. Bagi Andriani, sosok Lili, adalah pimpinan yang tegas namun ramah, sekaligus peduli pada bawahannya. “Beliau Manager Hotel yang layak jadi panutan bagi banyak orang,” tambah ibu dari Ananda Rian Al Royansyah dan  Ananda Firdaus Riska Purnamawati, ini.

Andriani dan kawan kawannya sangat kreatif dan inovatif. Banyak kegiatan sosial dilakukan di Hotel Artotel. Mulai dari donor darah, pameran lukisan, hingga gathering. Hal ini dapat mempererat kebersamaan di internal hotel serta membawa dampak positif.

Selain berkarir di Hotel Artotel, Andriani, juga aktif sebagai pengurus di Indonesian House Keeper Associate (IHKA) dengan kompetensi sebagai hosekepeer. Dia sering menjadi juri penguji di event making bed competition & towel yang diselenggarakan di Grand City tahun lalu. (nanang)