Tuban, (bisnissurabaya.com) – Stadion Bumi Wali di Kelurahan Gedongombo, Kecamatan Semanding, Tuban, Jawa Timur digelontor dana Rp 14 miliar.

Sebelumnya, tahun 2018 lalu untuk mewujudkan ‘mimpi’ kalangan olahraga di Tuban, Pernah Tuban telah menggelontor anggaran dari APBD sebesar Rp 60 miliar. Namun, dari anggaran itu masih ada beberapa fasilitas yang belum bisa dibangun. Seperti, jalan masuk stadion, lahan parkir dan sejumlah fasilitas lainnya.

“Untuk pembangunan tahap dua ini proses lelang sudah kami lakukan. Saya berharap sebelum pelaksaanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2019 yang diperkirakan Juni mendatang sudah bisa dipergunakan,” kata Kabid Olahraga Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora), Zainal Maftuchin, Selasa (8/1) siang.

Ia menyatakan, pada Porprov tahun ini, Tuban menjadi salah satu tuan rumah bersama Kabupaten Gresik, Lamongan dan Bojonegoro. Bahkan, penutupan Porprov sudah ditentukan di Tuban, dengan begitu final sepakbola juga digelar di stadion Bumi Wali. “Mangkanya pengerjaannya akan kita kebut, sehingga bisa selesai tepat waktu, dan Kabupaten Tuban akan menjadi tuan rumah 12 cabang olahraga,” imbuh Zainal.

Sementara itu, saat pembangunan tahap pertama, anggaran yang dipergunakan untuk membangun stadion hanya Rp 58,3 miliar dari total anggaran Rp 60 miliar. Karena ada anggaran untuk konsultan dan kebutuhan lainnya.

Sayangnya, dalam pengerjaan tahap pertama stadion dengan kapasitas 25.000 tempat duduk dengan luas 11 hektar molor. Sehingga, kontraktor kontraktor PT Widya Satria harus didenda. Semestinya, PT Widya Satria Surabaya harus menyerahkan pengerjaan itu pada 20 Desember. Namun, baru diserahkan pada 20 Desember lalu, sehingga ada keterlambatan tujuh hari.“Ya kita sesuaikan aturan, karena pengerjaannya molor kita denda Rp 58 juta per hari,” tambah mantan Kepala SMP 6 Tuban itu.

Anggaran tahap kedua yang digelontorkan untuk stadion Bumi Wali rencanaya akan dipergunakan untuk jalan keluar masuk lingkungan stadion, parkir, dan penyelesaian ruang dua dan tiga sebesar Rp 10 miliar. Sedangkan Rp 1 miliar untuk PJU lahan dan Rp 3 miliar untuk pagar dan drainase.

Sementara itu, Wakil Bupati Tuban, Noor Nahar Hussein, meminta pada pembangunan tahap dua ini tidak ada keterlambatan. Sehingga, saat digunakan untuk helatan Porprov Jatim sudah bisa digunakan. “Kalau sekarang sudah proses lelang, saya berharap pemenangnya segera mengerjakannya, sehingga bisa digunakan pada saatnya,” tandas Wabup Noor Nahar.

Dikatakan pula, anggaran sebesar Rp 58,3 miliar hanya untuk pembangunan stadion saja. Sehingga untuk menyelesaikannya ditambah anggaran dari APBD Tuban tahun 2019 sebesar Rp 14 miliar. “Ini pun juga belum sempurna betul. Untuk menyempurnakan dengan berbagai fasilitas lainnya diperkirakan membutuhkan anggaran lebih dari Rp 150 miliar. Karena konsep awalnya bukan hanya stadion tapi sport center yang akan dilengkapi dengan Islamicenter. (imam suroso)