Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Drama penangkapan Wisnu Wardhana (WW) diwarnai kejar-kejaran antara Kejaksaan Negeri Surabaya (Kejari) dengan mobil yang dikendaraai WW dikemudi oleh sang Anak.

Tim Kejari berusaha menangkap buronan kasus pengalihaan aset PT Panca Wira Usaha (PWU) itu, berakhir di jalan Kenjeran Surabaya pagi ini pukul 06.15 WIB, Senin (09/01).

Penangkapan WW dipimpin langsung oleh Kajari Surabaya Teguh Darmawan. Saat itu WW dijemput anaknya dari Stasiun Pasar Turi menggunakan mobil Daihatsu Sigra bernopol M 1732 HG. WW sepertinya sudah mengetahui kalau ia sedang diintai.

Saat penggerebekan Wisnu mengenakan jaket, topi dan masker. Penangkapan WW sempat melakukan perlawanan. Sepeda motor anggota yang melakukan penghadangan ditabrak oleh anak WW.

” Saat penangkapan, motor salah satu anggota kami ditabrak, hingga masuk ke kolong mobil. Sekitar jam 06.15 WIB ditangkap di jalan Kenjeran. Yang mengemudi anaknya. Alhamdulillah anggota kami selamat, hanya luka lecet-lecet saja” kata Kasi  Intel Kejari Surabaya I Ketut Kasna Dedy saat dikonfirmasi, Rabu (9/1).

Menurut Kasna, motor tersebut merupakan salah satu upaya pihaknya untuk melakukan penghadangan terpidana agar tidak kabur. “Tadi saya perintahkan motor itu dihentikan di depan mobil,” ujarnya.

Setelah diseruduk, motor Specy berwarna putih itu terlindas lalu masuk kolong mobil. Roda mobil terangkat. Meski ada motor di kolongnya, WW tetap berusaha kabur. Itu diketahui dari roda depan mobil sebelah kiri yang terus berputar hingga mengeluarkan asap karena bergesekan dengan aspal.

Dengan mengorbankan motor tersebut membuat penangkapan Wisnu berhasil. Sebuah mobil lalu dilintangkan di depan mobil WW untuk mencegahnya kabur. WW lalu dipaksa keluar oleh petugas Kejari Surabaya.

Tak hanya itu, diakui Kajari Surabaya Teguh Hermawan, WW cukup licin sehingga penangkapannya menyita waktu. WW ditangkap setelah ia buroan selama tiga minggu. “Jadi dia memang cerdik, pindah-pindah tempat. Salah satu modusnya adalah menggunakan KTP palsu,” ujarnya Teguh kepada wartawan di Kejari Surabaya.

Petugas baru menemukan jejak WW pada Selasa (8/1) malam. Informasi keberadaan WW diteruskan pagi harinya saat dijemput anaknya di Stasiun Pasar Turi. Saat itulah petugas percaya bahwa sosok tersebut adalah WW. “Kami mengintainya sejak semalam. Kemudian menemukan titik awal di Stasiun Pasar Turi setelahnya buntutin hingga kami hadang di Jalan Kenjeran,” pungkas Teguh.(ton)