Ini Dia, Nasi Bakar Sehat Dambaan Umat

354

Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Kesadaran untuk hidup sehat kembali menggeliat. Dewasa ini pola hidup sehat kembali tren di masyarakat. Mereka kembali mengikuti kebiasaan yang alami dan menyehatkan. Termasuk dalam menentukan pola makan. Dengan mengusung jargon back to nature, mereka kembali mengkonsumsi makanan alami tanpa bahan perasa, pewarna, dan pengawet sebagai gaya hidup.

Adalah Andri Absari, pelaku Usaha Menengah Kecil Mikro (UMKM) yang berhasil menangkap peluang dari fenomena makanan sehat tersebut. Dia menghasilkan produk nasi bakar sehat yang laris manis di pasaran. Nasi bakar sehati mempunyai pilihan menu ayam, tuna, dan jamur. Semuanya dikengkapi daun singkong dan daun kemangi.

“Produk saya menggunakan bahan sehat berupa beras merah, gula aren, dan garam laut, dan tanpa msg,” kata owner UKM Kedai Bunda, Andri Absari, kepada bisnissurabaya.com Minggu (16/12) kemarin. Harga nasi bakar sehati mulai Rp 15.000 sampai Rp 35.000. Banyak dokter dan pasien Rumah Sakit Bedah dan Rumah Sakit Dr Soetomo yang pesan nasi bakar untuk dijadikan sebagai menu makan mereka. Rupanya di kedua rumah sakit tersebut nasi bakar buatan Absari, termasuk makanan sehat yang direkomendasikan.

Awal usaha nasi bakar, dimulai Sari nama panggilan Andri Absari saat dia lulus kuliah di Foreign Business Lenguage Univesitas Surabaya. Saat itu dia terinspirasi teman jualan rizol di acara bazaar. Kemudian pada 2013 dia mencoba jualan nasi kuning dan es kopyor. “Oleh teman saya, disarankan jual nasi bakar” jelas ibu dari Abrar dan Zalikha ini.

Sebenarnya sejak kuliah Sari, sudah bekerja di sebuah perusahaan distributor salon. Setelah lulus, arek Suroboyo kelahiran 6 Juli 1980, masih bekerja disana. Setelah 16 tahun bekerja di tempat tersebut, istri Danu Ismartoyo, itu pun risign dan konsentrasi mengembangkan bisnis nasi bakarnya. Berbagai pameran dan bazar diikuti Sari, untuk mengenalkan dan memasarkan produknya.

Mulai bazar kampung ramadhan, sarjo, keplek ilat, IWAPI, Pasar Sehat. Selain dijual di acara bazar, perempuan cantik ini juga berjualan di Kedai Ambengan dan menjualnya secara online di media sosial. Dari hasil berjualan nasi bakar, dia mampu menghasilkan omzet sekitar Rp 5 juta per bulan. “Alhamdulilah, dari hasil berjualan di salah satu kegiatan bazar saya bisa belikan sepeda angin buat anak saya,” tambah Sari, yang mengidolakan Tri Rismaharini ini.

Banyak pembeli merasa senang dengan nasi bakar buatannya, karena mereka bisa menemukan makanan sehat tapi rasanya enak. Banyak costumer baru kemudian repeat order dan menjadi pelanggan tetap. Suatu hari, pernah ada seorang dokter, yang membeli nasi bakar jamur pagi hari. Tapi dia lupa mengkonsumsinya hingga malam hari, dan makanan itu sudah rusak karena memang menu lauk jamur tidak tahan lama.

Akhirnya dokter itupun, order lagi dengan menu yang sama. Sebagai pelaku UMKM, Sari, pernah merugi 2 kilo beras. Hal itu disebabkan karena kebijakan yang berubah-ubah, dan dia menjadi korbannya. Ceritanya salah satu instansi pemerintah mengundang dia untuk mengikuti salah satu kegiatan bazar, tapi kemudian acara itu mendadak dibatalkan sepihak.

Untuk menambah wawasan tentang kewirausahaan dan memperluas jaringan, Sari, mengikuti banyak organisasi dan kelompok UMKM antara lain : Pejuang Muda (PM) Pahlawan Ekonomi (PE), SKU, Mahesa, Foodpreneur, dan Pasar Sehat. Salah satu impian terbesar Sari, adalah mempunyai outlet sendiri dan umroh bersama keluarganya. (nanang)