Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Arek Suroboyo boleh berbangga. Sebab, dalam perhelatan akbar The 4 th Guangzhao International Award For Urban Innovation yang diselenggarakan di Baiyun Internatiobal Convention Center Guangzhao Tiongkok ditutup Jumat (7/12) malam.

Kegiatan dua tahunan yang diselenggarakan United Cities And Local Goverment (UCLG) dan World Association Of The Mayor Metropolis ini berlangsung selama 2 hari mulai 6 – 7 Desember.

Walikota Surabaya, Tri Rismaharini (no 2 dari kanan) saat melakukan pemaparan program andalannya. (Foto/ist)

Pada hari pertama, 15 kota yang masuk nominasi yaitu Yiwu dan Wuhan (Tiongkok), New York (Amerika Serikat), Kazan (Rusia), Sidney (Australia), Guadalajara (Meksiko), Ranpegtiny (Kanada), Milan (Italia), Mezitly (Turki), Santa Fee (Argentina), Salvador (Brazil), Santa Anna (Kostarika) dan Ethekwini (Afrika Selatan) diberi kesempatan untuk melakukan presentasi program andalannya pada seminar on learning from urban innovation.

Walikota Surabaya Tri Rismaharini, memaparkan langsung program Public Partisipation In 3 Waste Management For Better Surabaya tersebut dihadapan juri dan 15 negara finalis.

Pada event lomba yang merupakan ajang penghargaan untuk kota-kota terbaik di dunia. Dengan mengedepankan kriteria dan seleksi tinggi serta menekankan pencapaian pembangunan yang berkelanjutan ini, dibagi 4 kategori yaitu : accesible, coorporative, inclusive dan resilient cities.

“Surabaya masuk di kategori coorporative cities, dan bersaing dengan Yiwu dan Santa Fee,” kata Konsul Jenderal//Konjen RI untuk Guangzhao, Gustanto kepada bisnissurabaya.com Jumat (7/12) malam.

Selanjutnya seluruh warga kota di dunia dapat berpartisipasi dengan memberikan suaranya (vote) untuk memilih kota terbaik. Hingga 7 Desember pukul 06.42 WIB terkumpul 3 kota peringkat suara tertinggi.
“Surabaya urutan tertinggi dengan perolehan 1.466.878, selanjutnya Yiwu 1.413.223, dan disusul Santa Fee dengan 847.973 suara,” jelas Gustanto.

Ini berkat dukungan suara yang diberikan oleh rakyat Indonesia, khususnya warga Surabaya. Saat proses voting ditutup 7 Desember pukul 14.05 WIB, posisi Surabaya bertengger di urutan petama dengan angka 1.504.535, Yiwu 1.487.512, dan Santa Fee memperoleh 863.151 suara.

“Selisih suara antara Surabaya dengan Yiwu sekitar 17.023 suara,” tambah Gustanto.

Kemenangan Surabaya pada event ini, tentu saja menambah daftar panjang kegembiraan dan kebanggaan warga Surabaya pada sosok Walikota Tri Rismaharini. (nanang)