Lamongan, (bisnissurabaya.com) – Es Dawet biasa dijumpai. Namun, tak sesegar es batil, minuman tradisionalkhas Lamongan ini. Rasanya nikmat dengan campuran batil, siwalan, rumput laut,dicampur dengan gula aren membuat ketagihan penikmat kuliner. Inilahwarung  es batil, milik Askriatul Makrifah, yang berada di Desa BuluBrangsi Kecamatan Laren Lamongan. Setiap hari, selalu ramai oleh pembeli.

Warungyang sudah 23 tahun ini membuka usaha es batil. Es dawet batil yang terbuatdari tepung beras yang dikukus dan diiris menjadi potongan kecil ini dicampurdengan buah siwalan, kacang hijau dan rumput laut. Kemudian es batil dicampurdengan santan untuk menambah rasa  nikmatdan diberi gula aren yang sudah dicairkan. Agar memperoleh rasa yang segar dannikmat dawet batil kemudian disuguhkan dengan es batu.

Meski lokasi warung es batil berada di area persawahan, namun, setiap hari, warung es batil  ramai pembeli. Pemilik Warung Es Batil, Askriatul Makrifah, mengaku, awalnya dawet batil merupakan makanan tradisional yang biasanya digunakan bekal untuk ke sawah. Namun, setelah dia berinisiatif membuka warung es batil ternyata es ini diminati masyarakat. Bahkan, dalam sehari Makrifah dibantu dua karyawannya harus melayani ratusan pembeli yang datang hanya sekedar ingin menikmati rasa khas es batil Lamongan ini.

Dalam sehari, Makrifah, harus menyediakan tepung untuk bahan es batil hingga 10 – 15 kg.  Harga dawet es batil dijual Rp 5.000 per mangkok. Dalam sehari, omzet penjualan es batil mencapai Rp 3 juta. Pembeli biasanya datang dari daerah sekitar Lamongan, bahkan dari daerah lain seperti Gresik dan Surabaya. (bashoir/stv)