Mistiati.

Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Siapa tak kenal tahu bakso? Makanan lezat khas Jawa Tengah/Jateng yang terbuat dari tahu dan berisi bakso ini sudah menjadi makanan nasional. Keberadaan makanan ini, sekarang bisa dengan mudah didapatkan di supermarket, depot, maupun kios pinggir jalan di kota besar di Indonesia.

Nama perempuan itu adalah Mistiati, yang akrab disapa Mia. Dia adalah pengusaha tahu bakso khas Semarang yang sukses di Surabaya. Sudah 4 tahun dia menjalani bisnis ini. Sampai hari ini, sudah ada beberapa outlet tahu bakso yang dikelolanya. Yaitu, di jalan Tambaksari, Ploso Timur, dan Bronggalan.

Tahu bakso produknya itu dibanderol Rp 3.500 dan dikemas dalam kemasan isi 10, 5, 3, dan 2. Pada bulan puasa Mia, banyak menerima pesanan untuk takjil di masjid- masjid. “Awalnya saya ditawari teman untuk mencoba usaha penjualan tahu bakso khas Semarang ini,” kata Owner Tahu Bakso Ungaran Mistiati, kepada Bisnis Surabaya.

Dari beberapa outlet miliknya, perempuan kelahiran Surabaya 1970 ini mampu mengantongi omzet sekitar Rp 15 juta – Rp 20 juta per bulan. Tahu bakso buatannya banyak juga dibeli untuk oleh-oleh, dan produknya sudah pernah dikirim sampai Jakarta, Balikpapan, Palangkaraya, Banjarmasin, dan Makassar.

“Alhamdulilah, banyak kebutuhan kedua anak saya Robby Tommy Saputro, dan Romosta Nilamsari, bisa saya penuhi dari hasil berjualan tahu bakso,” jelas ibu dua anak ini. Memang, demi memenuhi kebutuhan kedua anaknya itu, Mia tekun berjualan walaupun saat itu sedang hujan.

Rupanya, hujan air tidak menyurutkan niatnya membantu suaminya untuk mencari nafkah. Berbagai pameran-pun diikutinya. Mulai yang diselenggarakan diberbagai kampus,  seperti ISTTS Ngagel, maupun di mall World Trade Centre  (WTC), Tunjungan Plaza (TP), dan Marvel.

“Saya sedih, kalau berjualan di hari hujan, karena biasanya orang malas ke luar rumah,” tambah alumni SMA Mardi Putra. Untuk membuka pasar serta memperluas jaringan Mia, bergabung dengan group Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) GW Man yang dipimpin Moestar Affandi. Disana dia tak hanya mendapat teman baru, tetapi juga mendapat ilmu baru dibidang pengemasan dan penjualan. (nanang)