Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Penumpang kapal laut saat liburan Natal dan Tahun Baru/Nataru diprediksi naik. Terutama, yang melalui

Pelabuhan yang dikelola Pelindo III. Arus penumpang embarkasi (berangkat) pada tahun lalu sejumlah 58.634 orang dan tahun ini diprediksi naik menjadi 59.220 orang. Sedangkan penumpang yang tiba (debarkasi) pada 2017 sejumlah 62.208 dan tahun ini diprediksi mencapai 64.323 orang.

“Jika dibandingkan tahun lalu diprediksi akan ada kenaikan 3,4 persen,” kata Sekretaris Perusahaan Pelindo III Faruq Hidayat, di sela Kunjungan Kerja Komisi V DPR-RI di Surabaya, Rabu (5/12) kemarin. Khusus Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, prediksi arus penumpang kapal laut pada masa liburan Nataru lebih dari 30.622 penumpang. Penumpang naik atau embarkasi sekitar 17.990 orang dan penumpang turun atau debarkasi sejumlah 12.632 orang.

Saat kunjungan kerja Komisi V DPR-RI. (Foto/ist)

“Puncak arus penumpang diprediksi pada 22 Desember 2018, karena awal liburan Hari Raya Natal,” ujarnya. Ia mengungkapkan, mayoritas penumpang yang berangkat dan tiba di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dari dan ke Pelabuhan Makasar dan Balikpapan. Pelabuhan-pelabuhan lain yang juga ramai ialah tujuan Banjarmasin, Sampit, dan Kumai, di Pulau Kalimantan. Potensi armada yang dapat melayani para penumpang sejumlah 17 kapal dari BUMN Pelni dan 19 kapal dari perusahaan pelayaran swasta.

Faruq Hidayat, memaparkan berbagai persiapan yang dilakukan Pelindo III. Salah satunya ialah pembentukan posko yang diperkuat oleh unsur instansi Pemerintah Daerah setempat, Kantor KSOP, Kantor Kesehatan Pelabuhan, KP3, dan lainnya sesuai kebutuhan. Persiapan berikutnya ialah penyediaan fasilitas tambahan untuk mengantisipasi membludaknya penumpang, yakni pemasangan tenda, kursi, toilet portable, dan tempat sampah tambahan.

Jadwal kerja petugas operasional juga ditingkatkan, mulai dari petugas pelayanan terminal penumpang, pandu, operator radio, dan petugas terkait lainnya. “Peningkatkan man power menjadi strategi Pelindo III untuk mempercepat kelancaran operasional pelabuhan. Karena selain untuk menjamin keselamatan dan kenyamanan penumpang, juga karena saat ada kapal pengangkut bahan-bahan pokok akan diprioritaskan dengan optimalisasi kinerja bongkar muat. Sehingga pasokan kebutuhan pokok melalui pelabuhan tidak tersendat,” jelasnya.

Wakil Ketua Komisi V DPR RI Sigit Sosiantomo, mengapresiasi positif sejumlah persiapan yang dilakukan oleh Pelindo III. Terutama terkait persiapan yang tidak hanya untuk mengelola penumpang, tetapi juga guna memperlancar distribusi barang. “Regulasi juga akan dibuat untuk membantu kelancaran logistik lewat laut,” katanya.

Flyover Teluk Lamong

Pada kesempatan kunjungan kerja tersebut, Komisi V juga memeriksa jalannya pembangunan simpang susun atau flyover akses Terminal Teluk Lamong, Pelabuhan Tanjung Perak. Pembangunan tersebut merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dikerjakan oleh Pelindo III sebagai BUMN. Faruq Hidayat kembali menjelaskan, bahwa flyover sepanjang 2,4 km itu akan melintasi jalan nasional Surabaya – Gresik, jalan tol Surabaya – Gresik, rel kereta api dan pipa gas PGN, dan Sungai Sememi. “Sebagai PSN, flyover akan sangat bermanfaat ketika jadi nanti. Karena selain meningkatkan aksesibilitas darat dari dan menuju Terminal Teluk Lamong menuju tol Surabaya – Gresik, juga akan memecah kemacetan Jalan Kalianak – Tambakosowilangun. Kemudian tentunya karena fyover ini juga mengintegrasikan Tol Surabaya – Gresik dengan Jalan Lingkar Luar Barat (JLLB) Kota Surabaya,” ujarnya.

Direktur Operasional Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Kun Cahyadi, menanggapi, flyover Terminal Teluk Lamong menjadi diskresi kebijakan yang penting dari negara, dalam rangka mendukung kelancaran logistik nasional, khususnya Kawasan Indonesia Timur (KTI). Hal ini karena melihat potensi besar Terminal Teluk Lamong dalam mendorong manfaat produktivitas Pelabuhan Tanjung Perak yang merupakan gerbang logistik utama ke KTI. (bw)