Lies Setya : Perjuangan Berat penuh Keringat dan Air Mata

50

Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Bagi setiap ibu, kebahagiaan anak yang utama dalam hidupnya. Demi membahagiakan anak, dia rela menempuh perjuangan yang berat, yang mengorbankan keringat dan air mata. Demikian juga dengan Lies Setya, Ibu dari Alvita Maharani.

Sebelumnya Lies, adalah tenaga administrasi disebuah perusahaan property yang mencoba peruntungan dengan meproduksi sinom, saridele, kacang hijau, dan minuman lemon timun dan daun mint (Letimin) melalui bendera UMKM Dapur Maharani. Sudah satu tahun ini perempuan kelahiran Surabaya  28 Juni 1967 menekuni usaha tersebut, kemampuan produksi minumannya mencapai 40 sampai 50 botol per hari.

“Minuman itu saya titipkan di toko, warung, dan bengkel langganan,“ kata Owner Dapur Maharani Lies Setya, kepada Bisnis Surabaya. Lies, juga pernah mencoba membuat kue kering, tapi dia merasa tidak cocok karena waktu proses pembuatannya yang memakan waktu lama. Karena itu, dia akhirnya pindah ke usaha produksi minuman.

Usaha minuman itu dia jalankan dengan penuh semangat, menyebarkan brosur untuk memperkenalkan produk dia lakukan door to door dari rumah ke rumah dengan naik sepeda. Tak peduli walau kehujanan atau kepanasan. Yang diingat adalah wajah anaknya yang terus menjadi semangat.

“Saya pernah ditolak satpam untuk masuk kesebuah perumahan saat sebar brosur,” jelas warga Pucang Jajar ini. Perempuan manis berhijab ini, tak hanya pernah ditolak satpam, tapi juga pernah ditolak sebuah toko saat hendak menitipkan produknya. Setelah diyakinkan dengan dititipi 3 produk contoh, akhirnya pemilik toko ini menyadari bahwa produk minuman milik Lies, adalah produk laku di pasaran dan bersedia dititipi.

Seperti halnya para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) lainnya, yang menyenangkan adalah saat kebanjiran order. Namun, Lies, juga pernah mengalami kesedihan yang mendalam saat suatu hari  gagal  memproduksi saridele, semuanya pecah.

Kini, Lies, mengeluarkan produk baru minuman segar bernama Letimin, minuman itu laris manis di pasaran karena rasanya enak menyegarkan.  Dia berkeyakinan bahwa minuman itu mampu menjadi sarana untuk membawa keluarganya untuk bersama-sama ibadah di tanah suci Makkah dan Madinah.

“Bismillah, dengan niat ibadah dan menyenangkan keluarga, kami bisa sampai kesana.” tambah Lies. Untuk memperluas jaringan dan memperkenalkan produknya, sudah 2 tahun ini Lies, mengikuti program Pahlawan Ekonomi/PE yang diadakan Pemerintah Kota/Pemkot Surabaya. Setiap hari minggu di Kapas krampung Plaza, dari program ini dia dipilih untuk mengikuti bazaar roadshow di kecamatan- kecamatan se-Surabaya (nanang)