Bellina Yunitasari : Ampas Tahu Basah Mengandung Amonia

260

Sidoarjo, (bisnissurabaya.com) – Program pendampingan usaha tahu. Desa Tawangsari yang terletak di Kecamatan Taman Sidoarjo merupakan komplek Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) produksi tahu. Dalam produksinya, menghasilkan efek samping limbah ampas tahu. Ampas tahu basah jika berlebih dan tidak segera dimanfaatkan akan menimbulkan pencemaran lingkungan dan bau. Tapi ampas tahu basah yang masih baru dan segar sering dibeli masyarakat sekitar untuk campuran pakan peternak dan pembuat tempe gembus atau menjes.

“Karena ampas tahu basah hanya memiliki daya simpan 1 hari di udara luar atau 2-3 hari dalam lemari pendingin, menyebabkan peternak harus segera memberikan ampas tahu basah langsung ke ternaknya,” kata Ketua Tim Pelaksana Kegiatan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat  Unesa Bellina Yunitasari, kepada bisnissurabaya.com Selasa (4/12) lalu.

Penyerahan mesin dari LPPM Unesa Bellina (kiri). (Foto/nanang)

Para pengrajin tempe menjes juga harus melakukan produksi. Jika tidak, ampas tahu basah akan mengandung amonia yang merupakan gas beracun dan berbau busuk. “LPPM Unesa memiliki tanggung jawab yang besar untuk meningkatkan pemanfaatan ampas tahu serta meningkatkan ketahanan daya simpan dan warna dari hasil pengeringan supaya lebih menyerupai warna asli,” tambahnya.

Karena itu, kata dia, melalui program diseminasi produk dengan menggunakan teknologi mesin pengering rotary karya mahasiswa Teknik Unesa ke masyarakat ini, diharapkan menjadi salah satu solusi atas kendala yang dihadapi pelaku UKM Tahu. Program pemberdayaan ini merupakan kerjasama antara Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dengan Direktorat Jenderal Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), Kemenristekdikti untuk melakukan hilirisasi produk teknologi ke masyarakat.

Foto bersama usai acara. (Foto/nanang)

“Produk teknologi yang diserahkan ke masyarakat pemilik UKM tahu berupa mesin pengering teknologi rotary untuk membuat bahan tepung makanan dan pakan ternak,” tambah Bellina. Penyerahan bantuan dilakukan Bellina Yunitasari, dengan didampingi anggota tim. Yaitu, Tri Hartutuk Ningsih, dan Nur Aini Susanti.

Dalam kegiatan ini, juga dilaksanakan sosialisasi penggunaan alat dan penyuluhan peningkatan nilai ekonomi ampas tahu yang didampingi oleh kepala desa, perangkat desa, perwakilan Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM), serta masyarakat desa. (nanang)