Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Setelah 12 tahun, Sidoarjo mulai dilirik developer. Setidaknya, Shoji Land yang masuk kelompok Podo Joyo Masyhur/PJM Group yang memiliki lahan 42 hektar yang berjarak tujuh kilometer dari lumpur Lapindo dalam waktu dekat membangun perumahan yang mengusung konsep ‘Japanese Living Space’ hunian yang menyajikan harmonisasi antara dekorasi interior Jepang dengan gaya arsitektur yang clean, minimalis dan efisien.

‘’Kami sudah cek dan ternyata setiap tahun debit lumpur semakin surut. Apalagi, kasus lumpur Lapindo sudah 12 tahun sejak 2006,’’ kata Managing Director Shoji Land, Eddy Tjawinoto, didampingi Marketing Manager, Martin Riadi, kepada bisnissurabaya.com disela Pre Launching Shoji Land, di Surabaya Kamis (22/11) kemarin. Apalagi, awal 2019 Pemda Sidoarjo akan membangun jalan lingkar barat dan lokasi perumahan Shoji Land, sangat dekat dengan lingkar barat.

Developer Shoji Land dan tim tiga agen properti. (Foto/bw)

Karena itu, kata dia, pihaknya tak ada keraguan sama sekali dengan rencana mega proyek Shoji Land di Sidoarjo dengan lumpur Lapindo. Selain debit lumpur setiap tahun melambat jarak mega proyek perumahan Shoji Land dengan lumpur Lapindo sekitar tujuh kilometer. Sehingga sudah tidak membahayakan lagi.

Menurut dia, PJM group merupakan pengembang properti yang telah bergerilya dan berhasil membangun proyek-proyek perumahan selama 35 tahun hingga mendapatkan predikat sebagai raja rumah sangat sederhana (RSS) di Jawa Timur/Jatim. ‘’Kali ini, kami akan menggandeng tiga agen properti terbaik. Yakni GALAXY,  Brighton, Xavier marks,’’ ujarnya sambil menjelaskan untuk tahap pertama akan digarap 10 hektar.

SHOJI LAND merupakan perumahan pertama dan satu-satunya di Indonesia yang mengusung konsep ” Japanese Living Space” , hunian yang menyajkan harmonisasi antara dekorasi interior Jepang dengan gaya arsitektur yang clean, minimalis, dan efisien.  Produk ini sangat sesuai dengan pangsa pasar millenials. Simple dan tasteful menjadi daya tarik tersendiri bagi banyak millenials karena mencerminkan gaya hidup mereka yang modern.

Johanes Wibisono Limanto (no 3 dari kanan) dan Martin Riadi (kanan). (Foto/bw)

Meski masih dalam tahap pre launching, pembangunan Shoji Land sudah dilakukan jauh hari sebelum proyek ini diluncurkan secara resmi  agar unit-unit yang di pasarkan tiga agen property bisa diserahterimakan pada akhir 2019.

Ia menyatakan, harga tanah di Surabaya terus melambung, membuat harga properti tinggi. Karena itu, pilihan membangun perumahan ada di Gresik dan Sidoarjo. Hal ini membuat generasi menahan diri membeli properti. ‘’Paham akan hal ini, harga yang ditawarkan yang paling bisa dijangkau generasi milenial yang sudah masuk usia kerja. Yaitu Rp 400 jutaan dengan cicilan mulai Rp 2,5 jutaan,’’ papar Eddy, sambil menjelaskan lokasi Shoji Land bisa dicapai melalui 3 akses.

Yakni, dari arah tol Suarabaya-Sidoarjo, arah Sidoarjo kota Candi, arah tol Malang-Surabaya. Untuk akses ke perumahan yang mengusung konsep Jepang ini akan ada nol jalan jalur lingkar barat yang rencananya akan dibuka pada 2019 dan SHOJI LAND bisa diakses sekitar 8 menit dari gerbang tol Sidoarjo. Sementara itu, Managing Direktur Galaxy, Johanes Wibisono Limanto, menyatakan, optimis perumahan Shoji Land di Sidoarjo akan terjual dalam waktu cepat. ‘’Sekarang saja tim marketing saya sudah bisa menjual. Padahal, pembangunannya masih belum dilakukan,’’ ujar Johannes. (bw)