Cahaya di Langit Surabaya, Pengabdian Ratusan Dokter Alumni FK Unair

75

Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Tingginya antusiasme alumni Fakultas Kedokteran/FK Unair menyebabkan bakti sosial yang rencananya diadakan di 105 titik berkembang menjadi 439 titik di Surabaya. Diharapkan, kegiatan di setiap titik ini dapat menjadi cahaya dan berkat bagi masyarakat Surabaya sesuai namanya.

Hal itu dikemukakan Ketua Dies Natalis ke-105 FK Unair, Prof Dr Budi Santoso, dr Sp OG (K), terkait pelaksanaan acara kedua Dies Natalis ke-105 FK UNAIR dibuka di halaman depan FK Unair Sabtu (10/11) pagi. Acara pembukaan dihadiri oleh perwakilan dari setiap angkatan alumni dari angkatan 1960-2012 dan juga mahasiswa FK Unair.

13 pasien operasi katarak dan penerima sembako foto bersama dengan alumnus FK Unair angkatan 1986. (Foto/ist)

Ketua Ikatan Alumni FK UNAIR, Dr. Pudjo Hartono, dr., Sp.OG(K), mengucapkan terimakasih kepada alumni FK Unair yang sudah menyempatkan hadir. “Harapan kami, semua yang dilakukan dapat menjadi teladan bagi anak-anak didik kita semuanya, dan semangat Airlangga ‘Excellence with Morality’ tetap menjadi landasan untuk selalu mengabdikan diri pada bangsa dan Negara,” paparnya. Sedangkan Prof. Dr. Soetojo, dr., Sp.U (K), Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, menyatakan, alumni FK Unair merupakan alumni yang terbesar kedua di Indonesia. “Dengan jumlah yang banyak, kita punya andil besar untuk masyarakat di Indonesia. Kita punya andil besar untuk membuat masyarakat cerdas,” jelasnya.

Pembukaan acara dilanjutkan dengan pembacaan ikrar pengabdian masyarakat yang diikuti oleh seluruh perwakilan dari setiap angkatan yang hadir dan dilanjutkan dengan pelepasan 105 merpati oleh perwakilan angkatan. Agenda selanjutnya yaitu baksos pengabdian masyarakat yang dilakukan alumni terdiri dari kegiatan yang berbeda-beda setiap angkatan. Pada titik pertama, angkatan 1962 melakukan bakti sosial di PAUD Puskesmas Keputih dan TPA RSUD Dr. Soetomo, dengan acara kunjungan, pembinaan anak usia dini (PAUD) serta penyerahan APE (Alat Permainan Edukatif) serta memberikan dua kit untuk skrining tumbuh lengkap + buku pedoman dan KIA, dan juga memberikan penyuluhan dan dua buah kipas angina di TPA RSUD Dr Sutomo.

Pelatihan BLS oleh angkatan 1986 di Stasiun Gubeng Baru Surabaya. (Foto/ist)

Menariknya, alumni angkatan 1962 yang menjadi partisipan tertua dalam dies natalis tahun ini masih bersemangat turun ke masyarakat untuk mengabdi. Berbeda dengan titik lainnya, angkatan 1969 melakukan pengabdian masyrakat dalam bentuk seminar sehari dengan judul “Kesehatan Dan Pengaruh Perkembangan Teknologi Terhadap Perkembangan Anak Dan Remaja” yang bertempat di Sekolah Islam Al-Azhar Pakuwon City dan diikuti oleh 100 guru dan orang tua.

Pada titik ke 13 dilakukan bakti sosial oleh angkatan 1973 dengan memberikan donasi jamban pada warga Kelurahan Keputran dan diakhiri dengan penempelan sticker tanda bantuan jamban di rumah warga. Pemberian donasi kepada YPAB (Yayasan Pendidikan Anak-anak Buta) yang dilaksanakan di YPAB Gebang Putih. Pembuatan jamban juga dilakukan angkatan 1977 yang bertempatkan di RW XI Ngemplak, Jl Ngemplak 1, Ketabang Surabaya dan angkatan 1976 di tiga kelurahan yang ada di Kecamatan Mulyorejo. Angkatan 1984 menyumbang 84 jamban dan diresmikan langsung dilakukan secara ceremonial Ketua Pelaksana Dies Natalis, Prof. Dr. Budi Santoso, dr., Sp.OG (K). Jumlah jamban terbanyak disumbangkan angkatan 1985 yaitu 85 buah di Dukung Kupang. Angkatan ini juga mengadakan khitanan massal untuk 104 pasien di RSI Darus Syifa Benowo dan pemberian kaca mata pada siswa SD di Rail Clinic Stasiun Benowo.

Alumni FK Unair menyumbang total 374 jamban yang dibangun di sepanjang Sungai Kalimas Surabaya sebagai bentuk dukungan Program Dinkes “Open Defecation Free”. Atas sumbangsih dan dukungan ini, Pemerintah Kota Surabaya memberikan apresiasi kepada Alumni FK UNAIR dengan mengundang perwakilan alumni Dr. Gadis Meinar Sari, dr., M.Kes untuk datang ke Balai Kota dan menerima piagam penghargaan dari Pemerintah Kota Surabaya.

Pada titik ke 33, dilakukan kegiatan sirkumsisi/ khitanan massal untuk 104 pasien dan sosialisasi ODF serta peresmian jamban oleh Angkatan 1985 di RSI Darus Syifa Benowo dan Kecamatan Benowo.

Di titik ke 34, angkatan 1986 mengadakan operasi katarak gratis dan pembagian sembako kepada 13 pasien operasi yang berlokasi di Klinik Mata Tritya. Penyuluhan DM, Pemeriksaan GDA gratis pada 105 orang, Pemeriksaan USG kepada 30 bumil yang bertempat di PKM Asemrowo juga dilakukan oleh angkatan 1896 di titik yang kedua. Pada titik ke 51 dan 52 bakti sosial dilakukan oleh 1997 dengan melakukan penyuluhan kebersihan telinga di SD Pondok Pesantren Hidayatullah Kejawan Tambak dan penyuluhan tentang reproduksi di SMA Pondok Pesantren Hidayatullah Kejawan Tambak. (bw)