Gresik, (bisnissurabaya.com)  – Suasana gedung Sarana Olah Raga (SOR) Petrokimia Gresik bergemuruh. Ribuan siswa sekolah menengah (SMA) di Kota Pudak itu  mendeklarasikan diri “Jaga Indonesia” sebagai bagian kepedulian terhadap bangsa.  Serta bertekad  mencegah perpecahan antargolongan di Indonesia.

“Indonesia saat ini memasuki tahun politik, dan itu cenderung rawan, karena diketahui banyak golongan menggunakan simbol agama mencoba membenturkan sama lainnya. Oleh karena itu, perlu ada kepedulian bersama,” kata Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik, M. Nadlif yang membuka deklarasi itu di SOR Gresik, Selasa (6/11) kemarin.

(Foto/sam)

Nadlif mengatakan, saat ini bangsa Indonesia sedang diuji dengan berbagai bencana, mulai dari gempa bumi, tsunami dan jatuhnya pesawat terbang. Oleh karena itu, perlu rasa optimistis untuk keluar dari semua cobaan yang ada.

“Mari bersama- kita kuatkan persatuan agar  tetap erat, tidak bisa dibenturkan satu sama lainnya. Dan melalui deklarasi ini, kami harap bisa  menyatukan semuanya karena pemuda adalah harapan bangsa, dan peranannya tidak bisa dilupakan sampai kapan pun,” tegas bapak pria yang juga merangkap Kepala BKD (Badan Kepegawaian Daerah) Gresik ini .

Sementara itu Kapolres Gresik, AKBP Wahyu S Bintoro yang hadir dalam deklarasi itu berterima kasih atas deklarasi yang dilakukan oleh para pelajar di Gresik. “Kalian generasi muda dihadapan saya, jadilah generasi terbaik, empati dan kuat dalam mempertahankan keutuhan negara dan ideologi bangsa,” kata Wahyu yang sekaligus sebagai key note speaker  acara deklarasi yang dilanjutkan dengan seminar kebangsaan itu.

Ia mengatakan, penggantian ideologi dari Pancasila ke Khilafah harus dihentikan melalui wawasan kebangsaan yang dapat membuka pola pikir baru. Dan ini  perlu sinergi bersama-sama memberantas hal tersebut.

“Beragam peristiwa terjadi di negeri ini, seperti pembakaran HTI di Garut dan munculnya berita hoax. Di Gresik juga ada, namun sudah kami tangkap dua orang yang sengaja menyebarkan berita hoax,” jelasn. Wahyu mengaku, jajaran Polres seluruh Indonesia kini juga sedang fokus mengantisipasi bahaya tersebut,. Karena  diduga gerakan penggantian ideologi itu diluar sudah dilarang, tapi didalam masih ada, dan kegiatan itu memang tidak kelihatan.

“Oleh karena itu, perlu bersama-sama waspada khususnya gerakan Khilafah oleh HTI,” katanya.

Sementara itu, usai kegiatan deklarasi dilanjutkan dengan seminar kebangsaan, yang mengambil tema “Menabur Nilai-Nilai Kebangsaan dan Kepahlawanan untuk Generasi Milinea” .

Acara  yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Gresik itu juga memberikan apresiasi atau penghargaan kepada beberapa siswa yang berprestasi. “Kami dari PWI ingin menjadi bagian kecil yang turut memajukkan Gresik dan mendorong generasi milineal Gresik untuk terus berprestasi, khususnya di moment Sumpah Pemuda,” kata Ketua PWI Gresik, Sholahuddin. Secara umum acara deklarasi dan seminar ini berjalan sukes dan meriah. (sam)