Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Cacing binatang yang menjijikkan. Tapi, bila ditekuni untuk dijadikan ladang usaha ternyata hasilnya menggiurkan. Misalnya, cacing sering dimanfaatkan untuk memancing sebagai umpan ikan. Seperti yang dilakukan pemuda-pemudi yang tergabung dalam karang taruna Kelurahan Babat Jerawat Kecamatan Pakal Surabaya, melakukan usaha dengan beternak cacing. Hasilnya, jutaan rupiah setiap bulannya mengalir ke kantong mereka.

Membudidayakan cacing memang  mudah dijalani oleh karang taruna Kelurahan Babat Jerawat, Kecamatan Pakal. Pembina Karang Taruna setempat, Haris, mengakui, awal mula melakukan budidaya cacing berawal dari melihat youtube dan google. Selanjutnya, dia mengaplikasikan dengan menggunakan bibit cacing sebanyak sepuluh kilogram.

Ternak cacing. (Foto/aang)

Bibit cacing ini dikelola dalam rak yang telah dikemas dan tersusun rapi menjadi rumah cacing. Makanannya mudah didapat dari lingkungan sekitar. Yakni, dari kotoran sapi yang sudah kering, limbah pasar, dan dari ampas tahu. Cacing memiliki banyak manfaat. Diantaranya, bisa dijual eceran dengan harga yang tinggi. Hanya saja, saat ini permintaan pasar dari pengecer masih rendah.

‘’Bisa juga dijual di pengepul dengan harga rendah. Meski harga yang dipatok rendah namun permintaan pengepul cukup tinngi,’’ kata Haris, kepada bisnissurabaya.com Rabu (7/11) siang. Di pengepul, kata dia, cacing bisa dimanfaatkan sebagai pabrik pakan udang, dan kosmetik. Haris dan teman-temannya menjual cacing dengan harga Rp 25.000/kg untuk pengepul, dan Rp 50.000/kg untuk pembeli eceran.

Ternak cacing. (Foto/aang)

Kotoran cacing juga bisa digunakan sebagai pupuk yang dimanfaatkan berbagai jenis tanaman rumah. Kecuali tanaman hydroponik. Pupuk ini, diberi nama kascing dan diperoleh dari kotoran cacing yang telah disaring sekitar tiga centimeter dari dasar tanah. Kedepan, tambah dia, pemuda karang taruna ini ingin menjual pupuk kascing dengan harga Rp 7.000/5 kg, dan akan di pasarkan pada penjual bunga.

Dari hasil peternakan cacing, menurut dia, omzet per bulan bisa menjual pupuk kascing sebanyak 100 sak dan 100kg cacing. Untuk itu, omzet yang bisa mereka kantongi dalam satu bulan mencapai Rp 1,5 juta. Ia menceritakan untuk bibit cacing, mereka beli dengan harga Rp 50.000/kg. Ia mengaku, saat mulai merintis budidaya cacing, dirinya bersama teman-temannya sempat mengalami kegagalan produksi.

Alasannya, kata dia, karena mereka belum tahu betul bagaimana budidaya cacing yang benar. Kedepan Haris, berharap agar organisasinya semakin besar & memiliki plasma-plasma yang banyak, agar bisa mencari pasar sendiri. Serta banyak orang yang mengenal cacing bukan karena jijik, tetapi  karena menghasilkan keuntungan yang banyak. (rani/aang)