Khoirunnisa

Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Jamu Herbal di era milenial. Nama perempuan itu adalah Khoirunisa yang artinya sebaik – baiknya perempuan. Yaaaaa…., Wanita kelahiran Gresik 1981 ini terbilang perempuan yang istimewa.

Dengan semangat yang luar biasa, dengan paras manis ini bersama ibunya berupaya melestarikan jamu tradisional khas Jawa yang hampir punah. Seperti beras kencur, kunyit asam, temulawak, dan sinom.

Sebagian produk jamu ibu Fauziah. (Foto/nanang)

“Keluarga kami memang dari dulu melestarikan resep jamu warisan leluhur ini. Bude dan ibu saya menjalankan usaha membuat jamu dalam kemasan botol,” kata Owner Jamu Bu Fauziah, kepada bisnissurabaya.com Selasa (6/11) siang.

Sejak 2016, alumni New Surabaya College (NSC) ini mulai memasarkan minuman herbal buatannya ke berbagai tempat. Mulai dari warung kopi, swalayan, kantin rumah sakit, salon, hingga pom bensin.

Khoirunnisa, Owner Jamu Fauziah. (Foto/nanang)

“Perubahan pola pikir masyarakat yang mulai berperilaku hidup sehat dan cenderung back to nature (kembali ke alam) membuat saya makin bersemangat memasarkan minuman herbal tradisional ini,” kata ibu satu anak ini.

Walau sering ditolak saat memasarkan produknya disatu tempat, Khoirunisa, yang akrab disapa Nisa, sedikitpun tak putus asa apalagi menyerah. Dia yakin lambat laun masyarakat pasti menerima kehadiran produknya itu.

“Kalau produk saya ditolak masuk, bagi saya itu sudah biasa. Yang paling saya sedihkan adalah kalau ketemu mitra outlet yang penagihannya susah, karena saya harus mondar-mandir berkali- kali untuk menagihnya,” tambah perempuan yang hobi membaca buku kesehatan ini.

Seiring perkembangan waktu setelah 2 tahun berjalan, usaha keluarga ini maju pesat. Mempertahankan cita rasa dengan menggunakan bahan air matang dan rempah pilihan merupakan salah satu kiat sukses menjalankan usaha tersebut.

Kini, minuman herbal kemasan botol Ibu Fauziah, bisa dengan mudah didapatkan di berbagai tempat. (nanang)