Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Babak penyisihan MEDSPIN (International Medical Science and Application Competition) yang diadakan Badan Eksekutif Mahasiswa/BEM Fakultas Kedokteran/FK Universitas Airlangga/Unair dilaksanakan serentak offline di 28 wilayah, online di 34 provinsi Indonesia dan beberapa negara tetangga seperti Malaysia, Thailand, dan Vietnam Minggu (4/11) lalu. Tingginya antusiasme masyarakat membuat MEDSPIN tahun ini diikuti sebanyak 5000 tim (15.000 peserta) baik yang berkompetisi secara offline maupun online.

Peserta dari berbagai SMA fokus mengerjakan soal MEDSPIN bersama timnya. (Foto/ist)

Sebanyak 150 tim yang lolos penyisihan ini akan menuju babak quarter final yang dilaksanakan pada 17 November mendatang di FK Unair. Terdapat 2 sistem pembagian untuk menentukan peserta yang lolos ke quarter final. Yang pertama adalah sistem kuota dengan pembagian, total 54 tim diambil dari 2 tim dengan nilai tertinggi di masing-masing wilayah penyisihan offline yang diselenggarakan di 27 wilayah di Indonesia. 23 tim akan diambil dari 1 tim dengan nilai tertinggi dari 23 provinsi di Indonesia yang tidak mempunyai panitia wilayah (penyisihan dilakukan secara online). 10 tim akan diambil dari wilayah pusat (Kota Surabaya), 5 tim dengan nilai tertinggi yang berasal dari wilayah selain Indonesia (Internasional). Sistem yang kedua adalah sistem passing grade, 28 tim akan diambil dari 28 tim dengan nilai tertinggi dalam penyisihan online yang tidak masuk dalam sistem kuota. Dan untuk 30 tim akan diambil dari 30 tim dengan nilai tertinggi dalam penyisihan offline yang tidak masuk dalam sistem kuota.

Ketua Divisi Soal MEDSPIN, Ihsan Fahmi, menjelaskan, pada babak penyisihan ini, soal disusun terstandar dengan level kesulitan yang disetarakan. Misalnya, level easy setara OSN tingkat kabupaten, medium setara OSN tingkat provinsi / OSP, dan hard setara OSN atau IBO/IChO/IphO. Setiap tim bekerjasama mengerjakan 100 soal dalam waktu 100 menit. Soal tersebut terdiri dari soal biologi, kimia, fisika, dan medis.

Peserta mencoba melakukan tes refleks patella dengan cara yang benar. Salah satunya orang yang diperiksa harus melakukan jendrasik manuver. (Foto/ist)

Dengan semangat “Be a Medical Hero”, MEDSPIN juga mengajak peserta untuk berkenalan dengan dunia kedokteran. Disetiap wilayah penyisihan MEDSPIN 2018 diadakan pelatihan tentang Basic Life Support dan pelatihan keterampilan medik dasar berupa reflek dan pengukuran tensi. Peserta Medspin 2018 sangat antusias saat mendapatkan pelatihan dan banyak yang ingin mencoba langsung untuk melakukan tensi maupun tes reflek. Sedangkan untuk wilayah pusat yang diadakan di FK Unair, diadakan juga berbagai acara tambahan seperti Welcome To FK (WTF) dimana para peserta dapat berkeliling dan mengenal lingkungan di FK Unair seperti Ruang Kuliah Propadeus, Museum FK, dan tempat-tempay lainnya. Sambil berkeliling para peserta MEDSIN 2018 mendapatkan pengenalan tentang prodi Pendidikan Dokter dan Pendidikan Bidan yang tergabung dalam FK serta pengenalan Badan Eksekutif Mahasiswa(BEM) dan Badan Legislatif Mahasiswa (BLM) FK Unair.

Selain Welcome To FK, Ihsan menambahkan, terdapat satu acara lagi yang tidak kalah serunya yaitu Explore Anatomy, dimana para peserta Medspin diajak untuk masuk ke dalam ruang praktikum anatomi untuk melihat-lihat organ-organ serta tulang belulang yang biasanya digunakan para mahasiswa untuk belajar anatomi. Disana peserta mendapatkan penjelasan dari para panitia dan berkesempatan mengamati dari dekat. “Seru sihh… Kita jadi lebih tahu organ-organ yang ada di dalam tubuh kita. Dari acara yang lain, kami memang paling berminat ikut Explore Anatomy,” ujar Monica, siswi SMAN 14 Surabaya yang mengikuti MEDSPIN 2018 bersama timnya, Siska dan Thalita.

Acara dilanjutkan dengan Med on Screen dimana para peserta diajak menonton film ala bioskop dalam bangunan tahun 1913, yaitu Ruang Kuliah Propadeus. Para peserta tampak menikmati film Incredibles 2 yang menjadi penutup acara hari pertama MEDSPIN 2018. (bw)