Membangun Mindset Wirausaha Mahasiswa

21
Seminar kewirausahaan di Stiesia
Oleh : Dr Suwitho M.Si
(Dosen Kewirausahaan STIESIA Surabaya)

Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Sering dikatakan bahwa mahasiswa adalah agent of change, sebuah terminologi yang penuh makna dan tentu merupakan harapan orang tua dan masyarakat kepada mahasiswa. Sebagai agen perubahan, mahasiswa idealnya tidak hanya menjadi penggagas perubahan, melainkan juga sebagai pelaku dari perubahan tersebut. Dengan posisi yang strategis ini maka mahasiswa sejak awal harus menyadari bahwa dirinya merupakan salah satu pelaku problem solver pada permasalahan bangsa.

Permasalahan besar yang dihadapi Indonesia saat ini salah satunya adalah tingginya tingkat pengangguran. Walaupun banyak versi data, tetapi tingginya tingkat pengangguran tidak terbantahkan. Ironi memang Indonesia yang kaya sumber daya alam dan sumber daya manusia ternyata penduduknya banyak yang menganggur yang berdampak pada masih banyaknya jumlah penduduk miskin. Lebih memprihatinkan lagi ternyata penyumbang pengangguran juga berasal dari tenaga terdidik lulusan perguruan tinggi. Berbagai data menunjukkan bahwa menanamkan jiwa kewirausahaan sejak masih kuliah ataubelajar wirausaha sejak kuliah adalah merupakan upaya perguruan tinggi dalam rangka membantu menyiapkan lulusannya dalam memasuki dunia kerja dan berwirausaha.Dengan mengajarkan mata kuliah kewirausahaan untuk mencetak entrepreneur muda akan mengangkat reputasi perguruan tinggi sekaligus membantu pemerintah dalam mengatasi tingginya pengangguran khususnya pengangguran terdidik. Strategi perguruan tinggi untuk mengembangkan jiwa wirausaha bagi mahasiswanya akan mampu meningkatkan semangat entrepreneurship dikalangan  mahasiswa, dan akan berdampak pada kesiapan lulusan dalam memasuki dunia kerja dan berwirausaha, sehingga diharapkan lulusan sarjana tidak hanya mengandalkan kesempatan kerja, namun juga mulai mempraktekkan jiwa kewirausahaan dalam memasuki dunia bisnis dan berupaya menciptakan lapangan kerja ataupeluang usahabaru guna mengurangi angka pengangguran yang masih sangat tinggi.

Upaya perguruan tinggi dalam menanamkan dan mengembangkan jiwa kewirausahaan akan mendorong mahasiswanya  merubah mindset sejak dini bahwa memasuki dunia bisnis merupakan peluang yang menjanjikan dan mempunyai prospek pada masa yang akan datang. Sebagai  bagian dari masyarakat yang kaya informasi dan berpikir kritis mahasiswa bisa mengamati lingkungan sekitarnya, bahwa  dimana-mana berdiri berbagai usaha baru, misalnya warung-warung dan berbagai usaha mikro dan kecil lainnya. Di berbagai tempat berdiri ruko-ruko dan muncul usaha baru pada ruko tersebut. Hal ini mengindikasikan bahwa selalu ada peluang baru. Tinggal bagaimana intuisi bisnis muncul dari calon wirausaha, karena untuk menemukan usaha apa yang akan dilakukan memerlukan ketajaman intuisi dari  mahasiswa. Kreativitas dan inovasi yang merupakan esensi kewirausahaan sering muncul dari mahasiswa. Untuk itu perlu terus diasah dan dikembangkan pemikiran-pemikiran kreatif para mahasiswa agar muncul ide-ide baru yang merupakan peluang usaha yang layak untuk diimplementasikan.

Setidaknya dalam 10 tahun terakhir mahasiswa diuntungkan, perguruan tinggi tempat dia kuliah sudah mengembangkan mata kuliah kewirausahaan (entrepreunership)untuk hampir semua program studi. Dengan demikian mahasiswa sudah ditanamkan  sejak dini jiwa kewirausahaan.Bila mindset wirausaha sudah terbentuk, maka diperlukan keberanian untuk mengimplementasikan ide bisnisnya. Para ahli mengatakan bahwa untuk memulai suatu bisnis hanya memerlukan 3 “M”, yaitu motivation, mindset dan make it (just do it).  Untuk itu diperlukan keberanian untuk memulai usaha walaupun kecil. Di berbagai kampus sudah banyak para mahasiswa yang merintis usaha. Mahasiswa memanfaatkan perkembangan informasi, komunikasi dan teknologi untuk mempromosikan bisnisnya. Sebagai bagian dari generasi milenial mereka sangat familier dengan media sosial dan itu dimanfaatkan sebagai media untuk mengenalkan dan memperlancar bisnisnya. Jika semangat berwirausaha mahasiswa bisa terus digelorakan maka akan mewarnai kehidupan para mahasiswa khususnya dan generasi muda lainnya, sehingga pada waktu lulus dia tidak canggung lagi untuk memasuki atau mengembangkan usaha yang sudah dilatih dan dirintis sejak dari mahasiswa. Ini tentu akan membawa dampak yang besar, karena pemerintah tidak lagi dipusingkan dengan tambahan para pencari kerja yang semakin besar, tetapi justru lulusan perguruan tinggi bisa menciptakan pekerjaan bagi dirinya sendiri dan kalau usahanya tumbuh akan bisa menampung tenaga kerja.

Dengan merubah mindset bahwa menjadi wirausaha merupakan alternatif menjanjikan bagi lulusan perguruan tinggi maka akan mendorong mahasiswa untuk belajar mempraktekkan bisnis sejak dari mahasiswa. Mahasiswa harus sadar bahwa kegagalan dalam merintis bisnis adalah hal yang biasa. Berbagai  penelitian menunjukkan bahwa merintis usaha baru tingkat kegagalannya tinggi. Dengan keuletan dan semangat pantang menyerah mahasiswa dapat belajar dari kegagalan dalam rangka mencapai keberhasilan. Mahasiswa harus menjadi manusia pembelajar yang dapat dilakukan dengan cara mengamati, meniru dan memodifikasi usaha-usaha yang sudah berjalan, sehingga diperoleh ide-ide baru yang lebih baik dan mampu bersaing dengan usaha yang sudah berjalan.