Lezatnya Telur Asin Khas Driyorejo

101

Gresik, (bisnissurabaya.com) – Siapa tak kenal telur asin. Menu makanan yang berbahan dasar telur, garam dan tanah liat ini sangat digemari. Baik, anak-anak, remaja maupun orang tua. Kebanyakan yang dipakai sebagai bahan dasar telur asin adalah telur itik. Telur asin tergolong makanan praktis dan dapat dipadukan dengan berbagai masakan lainnya.

Bahkan dapat pula dimakan tanpa nasi. Menu ini pun bisa dijual dan menghasilkan uang. Salah satunya Budi, perempuan pengrajin telur asin asal Gresik. Ibu rumah tangga ini memulai usahanya sejak 2013 lalu. Saat memulai usaha telur asin, ibu setengah baya ini banyak sekali menemui rintangan.

Proses menyenteri telur. (Foto/ist)

Sebab, ibu yang masih telihat manis ini setelah memproduksi telur asing, kemudian menjualnya sendiri di pinggir jalan. Dari berjualan di pinggir jalan itu banyak menemui keluh kesahnya. Seperti dikejar-kejar Satpol PP, sehingga berjualan menjadi tak nyaman. Namun, dengan sabar wanita satu anak ini bertekad usahanya membuahkan hasil.

Dan terbukti, dari ketekunannya memproduksi siang malam dan menjual telur asin yang diberi nama Nana (nama anaknya-red) ini mulai menemukan jati dirinya. Sebab, penjualan telur asin sudah sampai ke luar Gresik. Misalnya, Surabaya, Trosobo, Krian, bahkan Jombang serta kota lainnya yang ada di Jawa Timur/Jatim.

Bagaimana awal mulanya merintis bisnis telur asin Nana? Istri dari Bayu, ini ternyata termotivasi melihat kakak sepupu yang sukses pada usaha yang sama. Awalnya, Budi, diajak untuk berjualan telur asin di Gresik. Sedangkan kakak sepupunya berdomisili di Kediri. Namun, sejak Gunung Kelud meletus, saudarinya tak bisa lagi mengirim telur asin. Bahkan, produksi telur asinnya di Kediri dihentikan sementara.

Telur Asin Nana. (Foto/ist)

Sehingga mau tak mau ia belajar dan meproduksi telur asin secara otodidak hingga sekarang.

Selanjutnya, Mama dari Nana, ini juga menceritakan tentang proses pembuatan telur asin. Apa saja yang dipersiapkan? Mula-mula, kata Budi, yang harus dipersiapkan adalah menyiapkan sejumlah telur itik mentah.

Setelah itu, membuat adonan dari tanah liat yang diberi garam seperti bubur. Ukurannya satu banding satu. Kemudian, telur itik dicelupkan kedalam adonan tersebut dan diguling-gulingkan ke tampan yang berisi bakaran gambut dan dimasukkan ke plastik satu per satu. Proses selanjutnya didiamkan selama 10 hari dan dicuci.

Jika sudah selesai telurnya disenteri untuk melihat kondisi telur. Bila telur yang baik berwarna merah. Setelah itu, dikukus didalam dandang dan tunggu hingga matang. Telur asin Nana ini dibandrol dengan harga Rp 2.300 per biji. Meski harga telur itik naik, tapi penjualan telur asin tidak ikut naik.

“Saya senang Jika berjualan karena bisa bertemu dengan pedagang-pedagang yang lain. Apalagi kalau ramai pembeli,” kata Budi, kepada bisnissurabaya.com di Gresik Minggu (28/10) kemarin. Selain itu, perempuan berusia 50 tahun ini mempunyai harapan agar usahanya sukses dan berjalan dengan lancar. (nisa)