Kepala BSN, Bambang Prasetyo (tkanan) dalam kunjungan ke perusahaan pupuk, Sabtu (27/10). (Foto/sam)

Gresik, (bisnissurabaya.com) – Menerima penghargaan tertinggi SNI Award dengan predikat Platinum, tak hanya membuat bangga seluruh karyawan dan manajemen. Tapi lebih dari itu, ini sebuah pembuktian komitmen dan prestasi yang luar biasa dari PT Petrokimia Gresik dalam membangun perusahaan yang berkelas dan menghasilkan produk yang sesuai standar.

Beberapa pelaku usaha sudah membuktikan konsistensinya dalam menerapkan SNI. Petrokimia Gresik adalah salah satu industri yang terbaik yang dimiliki oleh negara ini.  Demikian disampaikan Kepala Badan Standardisasi Nasional (BSN) Bambang Prasetya, dalam kunjungan industri bersama peserta Indonesia Quality Expo dan media massa, di kantor PT Petrokimia Gresik, Sabtu (27/10).

Direktur Produksi PT Petro Gresik, I Ketut Rusnaya (kanan) dan Direktur Tehnik, Arif Fauzan (kiri) Kepala BSN, Bambang Prasetyo (tengah) dalam kunjungan ke perusahaan pupuk, Sabtu (27/10). (Foto/sam)

SNI Award, adalah penghargaan tertinggi yang diberikan oleh pemerintah Republik Indonesia, dalam hal ini diwakili oleh Badan Standardisasi Nasional (BSN), kepada perusahaan atau organisasi yang dinilai paling baik dan konsisten dalam menerapkan Standar Nasional Indonesia (SNI). “Perusahaan dinilai oleh dewan juri yang terdiri dari para pakar, praktisi, dan pemerintah, melalui serangkaian seleksi administratif hingga on site (peninjauan ke lapangan). Ketatnya seleksi menjadikan SNI Award sebagai penghargaan yang prestisius dan para penerima SNI Award bisa menjadi role model bagi perusahaan atau organisasi lain,” ujar Bambang.

Diraihnya SNI Award oleh Petrokimia Gresik, tentu sangat menguntungkan buat perusahaan ini. “Kami yakin, kepercayaan konsumen terhadap produk Petrokimia semakin meningkat. Dengan pengelolaan perusahaan yang baik dan efisien, produk-produk Petrokimia semakin diterima pasar dalam negeri dan laku dijual di pasar internasional,”  ujar Bambang.

Sementara itu, Direktur Produksi Petrokimia Gresik I Ketut Rusnaya  mengatakan, SNI Award adalah satu penghargaan yang mencerminkan komitmen seluruh karyawan dalam membangun budaya mutu dan menciptakan produk yang berkualitas. “Perusahaan sangat berkepentingan terhadap penerapan SNI di dalam produksi dan peningkatan kualitas produk. Perusahaan berkomitmen memproduksi pupuk dan non pupuk sesuai SNI untuk memenuhi target pemasaran dengan tetap memperhatikan efisiensi dan produktivitas,” kata Ketut yang menerima kunjungan rombongan tersebut.

Penerapan SNI, lanjut pria yang sebelumnya pernah menjabat salah satu direktur di PT Pupuk Kaltim ini menjelaskan penerapan inibmembantu penjualan komersial dengan mengandalkan kualitas produk yang prima. Dan pula untuk mengantisipasi persaingan harga yang sengit, termasuk menghadapi impor dengan kondisi eksternal yang semakin dinamis. Hasil nyata yang tampak adalah meningkatnya penjualan ekspor pada 2017 sebesar 100 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

“Dampak lain dari SNI adalah penjualan gypsum untuk produk non pupuk. Dimana sejak diterbitkan tahun 2016 kuantum penjualan meningkat menjadi 20 persen pada tahun 2017 dengan konsumen terbesar adalah industri semen baik perusahaan dalam negeri maupun multi nasional. Hal tersebut merupakan indikasi dari kepercayaan konsumen terhadap produk PT Petrokimia Gresik yang ditunjukan oleh menurunnya jumlah keluhan terhadap produk,”tegas Ketut.

Petrokimia Gresik diketahui menerapkan SNI yang bersifat wajib maupun sukarela untuk 21 produk Petrokimia Gresik. Sertifikat Sistem Manajemen Mutu yang diraih meliputi Sistem Manajemen Mutu SNI ISO 9001, Sistem Manajemen Mutu Lingkungan SNI/ISO 14001, SMK3 (PP 50/2012), Standar Manajemen Halal (HAS 23000), Standar Manajemen Keamanan Pangan (SNI ISO 22000), SNI ISO/IEC 17025:2008, Sistem Manajemen Energi sesuai dengan PP No.09-2009, serta Sistem Manajemen Keamanan Pelabuhan.

Selain menerapkan SNI, perusahaan ini juga aktif ikut serta mengembangkan SNI, diantaranya pada tahun 2015 menjadi konseptor perubahan SNI Gypsum (SNI 15-0715-1989) menjadi SNI Gipsum Buatan (SNI 0715 : 2016). Pada tahun 2017, PT Petrokimia Gresik menjadi konseptor perubahan SNI Kapur untuk Pertanian (SNI 02-0482-1998) terkait dengan perubahan persyaratan mutu yang mengakomodir persyaratan mutu lingkungan hidup. Dan pada tahun 2018, PT Petrokimia Gresik bersama dengan Balai Tanah Kementerian Pertanian menjadi konseptor penyusunan SNI Pupuk Organik Padat. SNI tersebut diusulkan untuk melindungi konsumen terhadap produk pupuk organik yang beragam.

Dibidang penilaian kesesuaian, perusahaan memiliki laboratorium penguji sesuai SNI ISO/IEC 17025:2008 untuk pengendalian mutu bahan masuk, pengendalian mutu dalam proses dan pengendalian mutu produk akhir. Perusahaan juga memiliki laboratorium kalibrasi sesuai SNI ISO/IEC 17025:2008 untuk memastikan kinerja peralatan ukur dan uji yang digunakan senantiasa valid dan tertelusur ke standar nasional/internasional. Laboratorium Penguji dan Laboratorium Kalibrasi yang dimiliki telah memperoleh akreditasi sebagai Laboratorium sesuai SNI ISO/IEC 17025:2008 dari Komite Akreditasi Nasional (KAN).

“BSN ikut bangga terhadap Petrokimia Gresik dan berharap perusahaan-perusahaan lain terutama di Gresik, bisa meniru kesuksesan Petrokimia Gresik dalam menerapkan SNI. Sudah ada 74 perusahaan penerap SNI di Gresik. Tentunya, keinginan kita bersama adalah terus bisa memiliki produk-produk Indonesia yang unggul, aman, dan berdaya saing sehingga kita bisa bangga di hadapan negara-negara lain,”harap Bambang. (sam)