Minuman Bir Pletok yang Menyehatkan

504

Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Bir yang menyehatkan. Minuman bir pletok, walaupun namanya bir tetapi sedikitpun tidak memabukkan. Bahkan, minuman ini menyehatkan. Kalau, bahannya terdii dari rempah-rempah. Seperti, jahe merah, secang, kapulaga, serai, pala, dan cengkeh. Minuman ini di Jawa Tengah/jateng dan Jogjakarta dikenal dengan nama Wedang Secang. Sedangkan di Pulau Madura disebut Kobuk.

Konon bir peletok terkenal sejak zaman penjajahan. Pada saat itu penjajah kolonial Belanda di Batavia atau Jakarta sekarang berusaha melakukan penetrasi/penanaman pengaruh negatif dengan menggunakan minuman keras beralkohol. Seperti bir dan jenewer kepada warga masyarakat pribumi, terutama generasi muda. Untuk menandingi keberadaan bir di masyarakat, para ulama menciptakan minuman tradisional yang menggunakan bahan lokal dengan rasa enak menyegarkan yang kemudian dikenal dengan nama bir pletok.

Indah Fatmawati. (Foto/nanang)

Indah Fatmawati, adalah salah satu pelaku Usaha Menengah Kecil Mikro (UMKM) yang tergerak untuk melakukan usaha pembuatan minuman merah ini. Sebelumnya, perempuan kelahiran Surabaya, 29 Desember 1981 ini adalah penjual nasi ayam dan nasi bebek di kedainya yang bernama Nasikumura. Namun, usaha itu hanya berjalan 4 tahun saja terus tutup.

“Saya mencoba berjualan bir pletok, karena minuman yang satu ini unik dan belum banyak pesaingnya,” kata owner Bear Pletok Indah Fatmawati, kepada bisnissurabaya.com Senin (23/10) lalu.

Bir pletok buatannya diberi merek Bear Pletok yang artinya beruang. Dia ingin dirinya memiliki semangat berusaha yang kuat dan tahan disegala keadaan seperti beruang.

Sudah dua bulan ini alumni SMA Untag ini berjualan bir pletok. Dia mampu memproduksi hingga 60 botol per hari. Dan perempuan cantik ini memasarkan minuman barunya bersama minuman Alfa Juicy dan Es Pelangi yang lebih dulu dibuatnya di sentra-sentra UMKM. Dia juga rajin mengikuti berbagai pameran. Baik Mlaku-Mlaku Nang Tunjungan ataupun roadshow dari kecamatan ke kecamatan di Kota Surabaya.

Saat memproduksi minuman bir pletok, Indah, sering teringat Jakarta tempat asal mula minuman tersebut. Memang Indah dan suaminya pernah hijrah ke kota tersebut selama enam tahun dan berusaha menaklukkannya tetapi gagal.

“Ternyata memang benar kata orang, kejamnya ibu tiri tak sekejam ibu kota. Beruntung masih ada kenang-kenangan bir pletok yang memberi saya rasa manis pada hidup saya,” jelas ibu empat anak ini.

Untuk menambah pengetahuan tentang produknya, baik rasa maupun kemasannya, Indah, rajin mengikuti pelatihan Pejuang Muda (PM) yang diselenggarakan Pemerintah Kota Surabaya setiap hari Sabtu pagi.

“Saya optimis bisa mengikuti jejak teman-teman PM yang sudah sukses dan produknya diterima pasar,” tambah arek Surabaya asli ini. (nanang)