Pengunjung sedang melihat koleksi organ tubuh yang terkena kanker. (Foto/amel)

Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Kanker, penyakit ganas yang rawan menyerang manusia. Di Surabaya ada Museum Kanker, satu-satunya yang ada di dunia. Museum ini berdiri dibawah Yayasan Kanker Wisnuwardhana pada 2 November 2013 dan beralamat di Jalan Kayoon Surabaya, Jawa Timur/Jatim.

Di museum ini terdapat 30 alat peraga kanker yang di pamerkan. Diantaranya, kanker payudara, sel getah bening, sel kanker tulang, paru-paru, dan sel kanker lainnya. Tempat ini juga menyediakan microscop untuk melihat sel kanker. Serta berbagai peraga terkait sel ganas lainnya. Disetiap sudut ruangan ada penjelasan, mulai dari gejala hingga penanganan berbagai macam kanker.

Pengunjung Museum Kanker di Jalan Kayon Surabaya. (Foto/amel)

Museum Kanker yang mulai buka pukul 08.00 WIB – 21.00 (Senin – Jumat). Sedangkan untuk hari libur Sabtu – Minggu dibuka pukul 08.00 WIB – 17.00 WIB ini sangat bermanfaat. Terutama bagi warga yang ingin menambah wawasan. Karena museum ini merupakan satu-satunya yang ada di Indonesia, sekaligus diklaim yang pertama di seluruh dunia. Sangat berguna bagi masyarakat yang ingin mengetahui macam-macam kanker.

“Saya senang dapat berkunjung ke Museum ini karena dapat menambah wawasan, dan juga bisa mengantisipasi diri sendiri agar terhindar dari penyakit semacam itu,” kata Lia, gadis asal Gresik kepada bisnissurabaya.com Selasa (23/10) kemarin.

Tak hanya itu, di museum ini pengunjung bisa melakukan konsultasi dan pengobatan. Terdapat beberapa ruangan besar yang digunakan untuk pasien melakukan pengobatan atau kegiatan pencegahan penyakit kanker.

Bangunan yang besar dan luas, dengan banyak sekali pigora yang menjelaskan tentang kanker, gejala, penyebab dan pencegahannya. Juga banyak contoh penyakit kanker dari setiap organ tubuh yang di letakkan di lemari besar supaya pengunjung tahu, bagaimana wujud sel penyakit yang menyerang bagian dalam tubuh manusia itu.

Di museum ini, juga menyediakan kantin/cafetaria bagi pengunjung yang datang. Makanan yang dijual di café ini sangat sehat. Fasilitas toilet disini pun terlihat bersih/steril. Untuk masuk ke Museum Kanker ini pengunjung tidak dikenakan beaya. Kecuali jika ingin memberikan sedekah untuk donasi peduli kasih terhadap penderita kanker. (nanda/amel)