Dari kiri Kepala perwakilan kantor Bank Indonesia Jatim Difi Ahmad Johansyah bersama Bupati Trenggalek Emil Dardak dan Istri Emil Arumi.

Trenggalek, (bisnissurabaya.com) – Ajang Pesta bagi pecinta kopi ini terselenggara atas inisiasi Pemkab Trenggalek bekerjasama dengan Bank Indonesia.

Beragam kegiatan digelar, seperti halnya, bazaar kopi, diskusi kopi, demo seduh kopi, kontes manual brewing V60, fashion show batik dan pengunjung bisa ikut ambil bagian didalamnya. Festival yang perdana digelar di Trenggalek ini tentunya ditujukan untuk terus mendongkrak kopi lokal ditengah menggeliatnya kopi nusantara.

Difi Ahmad Johansyah, Kepala Perwakilan BI Jatim mengatakan kopi punya masa depan cerah di negeri ini.

“Begitu banyak varietas kopi yang berkembang di Jawa Timur dan kopi mempunyai masa depan yang baik bagi investasi bisnis kopi,” ujar Difi yang juga dikenal sebagai pecinta Kopi dan Durian ini.

Kenapa masa depan baik, karena demand kopi tiap tahun semakin meningkat. Beberapa negara besar seperti Tiongkok sudah menjadi coffee drinker. London saat ini mulai banyak orang yang bikin kedai kopi. Hal ini menunjukkan bawasanya peluang bisnis kopi sangat terbuka lebar.

Bahkan menurut Difi besarnya potensi kopi membuat bisnis sawit lewat. Ini sangat mendukung upaya pemerintah Kabupaten Trenggalek yang serius mengembangkan Kopi di Trenggalek, tambahnya disela acara di Trenggalek, Minggu (21/10/2018) malam.
Perlu diketahui kopi sudah lama dikonsumsi di Trenggalek, bahkan ada Pabrik Kopi peninggalan Belanda di Kota Tempe Keripik ini, yang sampai saat ini masih dapat difungsikan dengan baik.

Dua varietas kopi yang dikenal, Robusta (Coffea canephora) dan Arabika (Coffea arabica), dan dua-duanya ada di Trenggalek.

Dr. Emil Elestianto Dardak, M.Sc, Bupati Trenggalek menyambut positif terselenggaranya festival kopi di daerah yang dipimpinnya. Awalnya Bupati Trenggalek melihat festival kopi di Blitar. Emil melihat kemungkinan besar sukses bila juga digelar di Trenggalek.

Disyukuri olehnya, Bank Indonesia menyambut positif hal ini dan menggelar kegiatan yang sama di Trenggalek.

Berbagi pengalaman, dulunya suami Pesohor Arumi Bachsin ini tidak suka mengkonsumsi kopi. Bahkan awal meminum kopi dirinya mencampur susu yang banyak dan terasa susunya dibanding kopinya.

Berkat Kofifah Indar Parawansa yang suka mengkonsumsi kopi pahit, kini Bupati Trenggalek ini menjadi penyuka kopi pahit.
Menurut Emil yang terpilih menjadi Wakil Gubernur Jatim ini, “diadakannya festival Kopi ini tujuannya mengenalkan inovasi, baik di hulu dan di hilir dari industri kopi,” tandas Emil.

Trenggalek merupakan salah satu daerah yang mempunyai potensi kopi. Bukan hanya diseputar Wilis kopi ini juga ada di Kecamatan Dongko dan beberapa tempat yang lainnya, apalagi Trenggalek menjadi taman tekhnologi pertanian untuk kopi dan sapi perah.

Mudah-mudahan festival kopi kali ini bisa menggugah, kebersamaan dari Kabupaten-Kabupaten di Selingkar Wilis. “Ayo kita daerah di sekitar Gunung Wilis ini termasuk Blitar, untuk bisa lebih dikenal sebagai daerah yang berpotensi untuk kopi,” ajak doktor lulusan negeri Sakura Jepang ini.

“Apalagi kopi ini merupakan tanaman yang tidak perlu menunggu lama berbuah, sehingga orang dapat mudah tertarik mengembangkan kopi ini,” tutupnya.(ton)